Sejarah Salat Khusuf dan Hikmah Gerhana
oleh : M.Hasbi Asshiddiqi, M.Pd, Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kemenag Kabupaten Solok.
Gerhana adalah bukti kebesaran Allah SWT atas ciptaannya pada alam semesta, selaku umat muslim saat terjadi gerhana dihimbau untuk melakukan salat khusuf. Namun tak banyak yang tahu tentang sejarah salat khusuf ini.
Salat khusuf saat terjadi gerhana pertama kali disyariatkan pada masa Rasulullah SAW, saat terjadi gerhana matahari total bertepatan dengan wafatnya putra beliau, Ibrahim. Masyarakat Arab jahiliyah meyakini gerhana terjadi karena kematian Ibrahim, Nabi SAW meluruskan mitos ini dengan bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang”.
Meski sampai sekarang masih banyak yang mengaitkan gerhana dengan mitos, sebagai umat Rasulullah yang percaya akan kebesaran Allah SWT dapat mengambil hikmah dari peristiwa gerhana ini. Peristiwa gerhana bulan semestinya menyadarkan kita akan kebesaran Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya : “Berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah” (HR. Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas).
Kedua, peristiwa gerhana bulan semestinya menyadarkan kita akan banyaknya nikmat
Allah Yg telah diberikan kepada kita. Ketiga, peristiwa gerhana bulan semestinya
menjadikan kita sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. Orang yang Bersyukur jika mndapat nikmat dan bersabar atas ujian akan menjadikan hati tenang dan ikhlas.
Momen gerhana bulan menjadi media untuk memperbanyak permohonan ampun, taubat, untuk kembali kepada Allah. Semoga fenomena gerhana meningkatkan kedekatan kita kepada Allah SWT, dengan mmperbanyak ibadah.
Hendaknya kita menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT. Sebab, peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat. Gerhana mengingatkan kita bahwa Allah SWT bisa saja menghilangkan cahaya di siang hari serta menjadikan seluruh
kehidupan dunia ini dalam keadaan gelap gulita.
Fenomena astronomi ini adalah peringatan tentang hari kiamat yang pasti akan datang. Jika malam ini bulan hanya tertutup bayangan bumi untuk sementara, kelak akan datang masanya cahaya benda langit akan dipadamkan selamanya. sejarah sejarah sejarah
Sebelum masa itu tiba, selagi napas masih dikandung badan, mari kita perbanyak amal saleh. Jangan biarkan momen gerhana ini berlalu hanya sebagai tontonan atau ajang foto semata, tapi jadikanlah ia sebagai getaran iman di dalam dada.
Baca juga :
- Ramadhan 1447 H, Gerhana Bulan Bukti Kebesaran Allah SWT
- Besok Gerhana Bulan Total, Ini Tata Cara Salat Khusuf
- Gerhana Bulan Total pada 3 Maret Saat Berbuka, H. Zulkifli Ajak Umat Salat Khusuf
- Ramadhan 1447 H, Keutamaan Orang yang Berilmu
- Ramadhan 1447 H, Keutamaan Akhlak yang Mulia
- Ramadhan 1447 H, Hukum Tadarus Setelah Tarwih
- Ramadhan 1447 H, Adab Membaca Al Qur’an
- Ramadhan 1447 H, Keutamaan Membaca Al Qur’an, dan Hukum Faedah Mempelajari Ilmu Tajwid
- Ramadhan 1447, Sedekah Tiap Ruas Tulang
- Ramadhan 1447 H, 3 Amal Yang Dicintai Allah



Facebook Comments