SuhaNews. Setelah dilakukan pencarian sejak pagi, dua korban longsor Malalo Kab. Tanah Datar, ditemukan meninggal dunia Minggu (5/4) sekitar pukul 13.00.
Kedua korban Ijun (45) dan Bainar (67) ditemukan di tertimbun material longsor tak jauh dari kediaman korban yang juga rusak akibat longsor.
Pencarian korban longsor ini dilakukan oleh tim gabungan BPBD Kab. Tanah Datar bersama masyarakat. Mulai dari lokasi rumah kediaman korban hingga menyusuri arah material longsor terbawa arus.

Masnaidi Ketua BPRN Guguak malalo mengungkapkan kepada SuhaNews, longsor terjadi saat hari masih gelap sekitar pukul 5.30 WIB.
“Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dan air sudah besar di jalan-jalan yang ada di sepanjang Jorong Guguak, Nagari Guguak Malalo tersebut dan 4 buah rumah tertimbun longsor,” ujarnya.
Air turun bersama material lumpur, batu besar dan kayu-kayu. Selain menghantam rumah warga juga masuk ke jalan raya dan ladang milik warga setempat.
Kondisi ini menurutnya menyebabkan akses antar jorong di nagari tersebut terputus. Selain banjir bandang, juga terdapat beberapa titik longsor di di sepanjang jalan nagari.
Prof Najmudin Rasul, salah seorang tokoh masyarakat Malalo menyampaikan, air datang dari Batang Ampua. “Batang airnya kecil, namun kami menyebutnya Ampua,” ujarnya Minggu (5/4/2020) pagi.
Pj Wali Nagari Guguak Malalo, Jasmanidar mengatakan, lokasi banjir bandang Malalo tak jauh dari terowongan PLTA Danau Singkarak. Saat ini petugas dari Pemkab Tanah Datar, dari kecamatan dan kepolisian sudah sampai di lokasi galodo. Namun, evakuasi belum bisa dilaksanakan karena air masih besar.
Di sisi lain, bukit tempat lokasi longsor diperkirakan masih rawan, sehingga warga masih waspada. “Alat berat dari kabupaten sudah sudah melakukan pembersihan material di Jalan utama yang menghubungkan Malalo menuju Paninggahan Kabupaten Solok.
Sebelumnya, kawasan Malalo juga dihantam banjir bandang pada 17 Januari 2020. Ketika itu, banjir bandang menghantam Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Batipuh Selatan, Tanah Datar, Jumat (17/1/2020). Tiga unit rumah, kantor PDAM dan Jalan Salingka Danau putus total.
Hari ini bencana itu datang lagi, menurut informasi dari masyarakat setempat karena ada keretakan Bukit Pabirahan hasil dari peninjauan BPBD Kabupaten Tanah Datar, ujar salah seorang warga setempat Amidil Dt. Pisang ( 33 th ), dan sejumlah yang berada di lingkungan sekitar Bukit Pabirahan akan di evakuasi untuk sementara waktu, sampai situasi di nilai aman kembali.
reporter : Mora editor : Moentjak
Berita Terkait :



Facebook Comments