30 Guru Akidah Akhlak MI se Kabupaten Solok Ikuti PDWK

Koto Baru, SuhaNews – Sebanyak 30 guru mata pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah se Kabupaten Solok mengikuti Pendidikan Di Wilayah Kerja (PDWK) di aula Hubbul Wathan Kantor Kemenag Kabupaten Solok yang diselenggarakan oleh Balai Diklat keagamaan (BDK) Padang.

PDWK ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli yang didampinngi oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Sesmadewita, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Bustami, S.Ag dan Panitia Penyelenggara dari BDK Padang.

Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang yang diwakili oleh Ketua Panitia Pelaksana, Novrizal, S.Sos dalam laporan menyampaikan, terimakasih banyak kepala kepala kantor yang telah memfasilitasi pelaksanaan PDWK ini. Peserta berjumlah 30 orang, terdiri dari Guru Akidah Akhlak ASN dan Non ASN dari Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Solok. PDWK akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 23 Maret 2024.

Mengawali sambutannya, Kakan kemenag mengucapkan terima kasih pada Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang dan jajaran yang telah memudahkan guru madrasah di Kabupaten Solok menerima transfer ilmu dengan mengadakan PDWK ini.

Pada kesempatan tersebut, H. Zulkifli juga menyampaikan materi Tentang Moderasi Beragama dan Pembangunan Nasional. “Pembangunan agama adalah suatu upaya yang ditujukan untuk menciptakan suasana kehidupan beragama yang penuh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mewujudkan kerukunan umat beragama yang dinamis baik intern maupun antar umat beragama serta turut memajukan kesejahteraan masyarakat. Moderasi Beragama sangat penting dalam mewujudkan pembangunan nasional,” jelasnya secara rinci.

Pria murah senyum ini juga menyampaikan program prioritas Kementerian Agama yakni, penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, cyber islamic university, kemandirian pesantren, religius city index dan tahun toleransi.

BACA JUGA  30 Guru MI di Kabupaten Pasaman Ikuti PDWK

“Terkait penguatan moderasi beragama ada 4 indikator yang dikuatkan yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan serta penerimaan terhadap tradisi setempat,” timpalnya.

Selain itu, Kepala Kantor, H. Zulkifli, dalam sambutannya juga bersyukur adanya pelatihan yang diperuntukkan bagi guru MI. Kakankemenag menyebutkan, jauh dibalik tujuan pelatihan ini, karakter peserta didik yang kuat adalah hal utama yang harus ditanamkan, bukan sekadar pembelajaran Akidah Akhlak.

“Pembelajaran Akidah Akhlak bagi peserta didik adalah bagian dari proses penanaman karakter. Teori saja tidak cukup, harus ada gerak nyata. Dan yang pasti, tenaga pendidik menjadi teladan untuk itu,” ungkap H. Zulkifli.

Kakankemenag menambahkan agar tenaga pendidik membangun komunikasi yang indah dan melahirkan inovasi pembelajaran, untuk kemajuan generasi Kabupaten Solok yang lebih baik di masa mendatang.

Adapun materi disampaikan oleh Widya Iswara dari Balai Diklat Keagamaan Padang. Dr. H. Wan Nasir, S.Ag, M.Pd tentang Building Learning Commitment dan Analisis Materi Esensial Akidah Akhlak MI, Drs. H. Risani tentang Sistem Pelatihan dan Pengembangan SDM Kementerian Agama, Nefri Leni, SE, S.Pd, M.Pd tentang Media Pembelajaran berbasis TIK, Desain Pembelajaran Akidah Akhlak MI, Penilaian Pembelajaran Akidah Akhlak MI Berbasis HOT dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan dari Kankemenang Kab. Solok, H. Fuadi Nawawi, MM tentang Nilai – Nilai Dasar SDM Kementerian Agama.

Pembukaan kegiatan secara resmi ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Kakankemenag kepada dua orang perwakilan peserta. Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News