Pasaman, Humas–Ada pepatah Minang yang mengatakan, “Satitiak jadikan lauik, sakapa jadikan gunuang. Sedikit dijadikan laut, segumpal dijadikan gunung”. Filosofi inilah yang barangkali sedang ditenun oleh keluarga besar ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman. donasi
Di tengah rutinitas pelayanan birokrasi, mereka tak lupa menoleh ke arah saudara-saudara yang sedang didera kesulitan. Lewat sebuah gerakan kepedulian, terkumpul aliran kasih sebesar Rp32 juta yang diarahkan untuk dua titik kehidupan yang sedang “dahaga.”
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Yasril bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha Hendri Hidayat dan rombongan, Kamis (5/2) berangkat dari kantor dengan ketulusan, menuju lokasi irigasi yang terbilang jauh berkilometer.
Tim Humas yang turun bersama, Kemenag melihat langsung keadaan akses jalan yang tak mudah ditempuh. Tanah-tanah bekas banjir nan licin menjadi tantangan bagi rombongan.
Dari informasi yang diperoleh, bagi masyarakat Banda Badarun, Matur, Kabupaten Agam, air bukan sekadar pelengkap hidup, ia adalah urat nadi.
Sejak banjir bandang menerjang, irigasi yang menjadi gantungan hidup para petani hancur lebur. Sawah-sawah yang dulu hijau kini meranggas, menanti sentuhan air yang tak kunjung datang karena saluran yang putus.
Donasi sebesar Rp20 juta dari ASN Kemenag Pasaman hadir layaknya hujan di tengah kemarau panjang. Uang tersebut bukan sekadar angka, melainkan tumpuan harapan agar cangkul petani kembali beradu dengan tanah basah.
“Irigasi ini adalah nafas kami. Menerima kepedulian dari saudara kami di Pasaman, rasanya seperti mendapat kekuatan baru untuk bangkit kembali,” ujar salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Usai menyaksikan kondisi, Yasril menyampaikan donasi yang dihimpun dari ASN Kemenag ranah Pasaman, sebagai wujud kepedulian sosial untuk masyarakat di bumi Minangkabau, yang saat ini ada yang ditimpa bencana.
“Dalam hal ini, Kemenag hadir membawa dampak positif untuk umat. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kami disini”, terang Yasril.
Penyerahan donasi, disaksikan langsung oleh Kepala Kemenag Agam diwakili Kasi PAIS, Camat Matur, Polsek dan sejumlah masyarakat sekitar. Tampak raut kebahagiaan terpancar, saat donasi itu diserahkan Yasril kepada seorang tokoh masyarakat Banda Badarun.
Perjalanan cinta ini tak berhenti di Agam. Yasril dan rombongan bergerak membawa aliran donasi sebesar Rp12 juta melaju menuju Masjid Nurul Yaqin, Gurun Laweh, Kota Padang.
Di sana, dari sorotan lensa Humas ada kerinduan yang mendalam akan kesucian. Selama ini dari keterangan, para jemaah kerap terkendala saat hendak menghadap Sang Khalik karena keterbatasan air bersih untuk berwudhu.
“Pompa air bersih yang akan dibeli dari dana ini, nantinya akan menjadi saksi bisu setiap tetesan air yang membasuh wajah, tangan, dan kaki para jemaah. Setiap rakaat yang didirikan dan setiap doa yang dipanjatkan, di dalamnya kini mengalir pahala jariyah dari para ASN yang telah menyisihkan sebagian rezekinya”, ucap salah seorang pengurus masjid.

Aksi ini membuktikan, bahwa batas wilayah administratif, tidak mampu menyekat rasa kemanusiaan. Kemenag Pasaman telah menunjukkan, agama bukan hanya soal teks dan ritual, melainkan tentang bagaimana menjadi “tangan di atas” saat saudara kita sedang terduduk lesu.
Setetes air memang tampak kecil, namun jika dikumpulkan dengan keikhlasan, ia mampu menghidupkan sawah yang mati dan mensucikan ibadah di rumah Ilahi. M.Yusuf Aunur Sabri, SH
Berita Terkait :



Facebook Comments