4 Tahun Mengabdi sebagai PPPK, Aftinar Pensiun dari MIN 2 Solok

Koto Baru, SuhNews | Ada suasana haru pada apel pagi di Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Selasa (28/7), Kakan Dr. H. Dedi Wandra, MA menyerahkan SK pensiun Aftinar, S.Pd.I setelah mengabdi 4 tahun sebagai PPPK di MIN 2 Solok.

“Kita apresiasi pengabdian beliau, meski hanya 4 tahun 3 bulan menyandang status PPPK, namun perjuangan beliau pada pendidikan agama telah dimulai sejak tahun 1989 silam di perantauan sebagi guru mengaji, beliau juga termasuk tokoh pendiri MIS Subarang dan guru pertama di madrasah ibtidaiyah tersebut, sebelum mengabdi sebagai guru PPPK di MIN 2 Solok,” ujar Dedi Wandra saat menyerahkan SK Aftinar.

02801 aftimar c

ASN lainnya yang menerima SK Pensiun pada kesempatan ini adalah Yulisparni, A.Md yang mengakhiri tugas menjadi abdi negara sebagai pengolah data dan informasi pada KUA Bukit Sundi.

Dalam sambutannya, H. Dedi mengucapkan terima kasih pada ASN yang telah memasuki purna bhakti sebagai aparatur negara dengan apresiasi atas pengabdian pada Kementerian Agama dan pelayanan kepada masyarakat, serta mendoakan semua pekerjaan yang telah dilaksanakan menjadi amal ibadah hendaknya.

“Pensiun hanya perbedaan ruang dan seragam, namun pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat tetap diberikan, karena masyarakat akan tetap mencatat dan menilai pensiunan Kemenag adalah orang yang banyak tahu seluk beluk pelayanan pemerintah dibidang agama, karena itu ASN aktif dan pensiunan tetap berada dalam satu ikatan Ikhlas Beramal,” ujar Dedi Wandra.

Aftinar yang ditemui usai penyerahan SK menceritakan pengabdian sebagai guru agama berawal dari ia merantau ke Bekasi tahun 1989. Tinggal di komplek perumahan, ia yang masih muda melihat tiap sore anak-anak hanya bermain tanpa adanya belajar mengaji seperti kebiasan di kampungnya jorong Guguak Buluh jorong Subarang nagari Koto Baru kecamatan Kubung Kabupaten Solok.

BACA JUGA  Kecamatan X Koto Diatas Gelar Turnamen Volly Ball Putra

Menyikapi kondisi tersebut, ia melakukan pendekatan kepada anak-anak itu dan orang tua mereka mengajaknya untuk belajar mengaji, yang Alhamdulillah mendapat respon positif. Jadilah setiap sore ia mengajar mengaji di komplek Perumnas Satu Kranji Bekasi. Jumlah muridnya terus meningkat dari beberapa anak, bertambah menjadi belasan hingga puluhan. Hingga akhirnya kegiatan belajar mengajinya di respon oleh pengurus Masjid Al Irsyad.

02801 aftimar ea

Ia dipanggil pengurus Masjid Al Irsyad Perumnas Satu Kranji Bekasi diajak untuk mengajar di MDA yang dikelola pengurus masjid, dan disanggupinya. Aftinar mencurahkan ilmunya yang didapatnya sejak dari surau di Guak Buluh kepada anak-anak di Perumnas Satu ini, hingga dua tahun pengabdiannya, murid yang diajarnya bisa mengikuti khatam Al Qur’an.

Melihat semangat dan kegigihannya, pengurus mempercayakan Aftinar untuk mengajar di SD yang juga di kelola yayasan Al Irsyad, meski ia berijazah SMA Negeri 1 Solok. Iapun mendedikasikan diri sebagai guru SD di yayasan ini sejak tahun 1991 sampai tahun 2023, sebuah masa yang panjang untuk profesi guru SD Swasta.

Pulang kampung ke Koto Baru, beberap tahun kemudian bersama beberapa tokoh masyarakat di jorong Subarang, Aftinar ikut merintis berdirinya MIS Subarang yang berawal dari rapat di Masjid Ijtihadul Muslimin untuk mendirikan Ibtidayah guna mengakomodir anak-anak belajar agama selain MDA.

“Saat kami rapat di masjid, listrik mati karena ada gangguan kabel PLN, namun karena semangat para tokoh ini, kami rapat dengan lampu togok, membahas mendirikan MIS Subarang, yang ditahap awal memakai lokal MDA Masjid dan mulai menerima murid baru tahun 2006 yang Alhamdulillah sampai sekarang terus berkembang,” terang Aftinar mengenang perjuangannya.

Baca juga : 

BACA JUGA  Warga Solsel Yang Hanyut Ditemukan di Batang Hari Dharmasraya

Ibu lima anak ini mengisahkan, memulai pengabdian sebagai guru di kampung sendiri tak pernah berfikir untuk jadi PNS, karena ia sadar dengan usianya kelahiran tahun 1966 peluangn itu sangat tipis. Tapi kecintaan pada anak-anak dan pendidikan agama khususnya baca tulis Al Qur’an membuatnya tetap semangat melangkahkan kaki ke MIS Subarang yang telah memiliki kampus sendiri, hingga pada tahun 2022 lalu ia menerima SK sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ditempatkan di MIN 2 Solok (MIN Balai Pinang Muaro Paneh).

02801 aftimar da

Semangat pengabdian inilah yang membuat istri dari Syamsurizal ini melanjutkan pendidikan S.1 Pendidikan Agama Islam di STAI Solok Nan Indah saat usia tak lagi muda. SMA Negeri 1 Solok diselesaikan tahun 1986, sedangkan S1 diselesaikan tahun 2015, rentang waktu yang jauh untuk menempuh pendidikan, tapi tidak untuk semangat pengabdian sebagai guru. pppk pppk pppk

Perjalanan panjang Aftinar sebagai guru menjadi motivasi bagi guru-guru muda saat ini, Keikhlasan akan memberikan keindahan tanpa pernah kita duga dengan jalan dan cara yang kadang kita tidak tahu. Fendi pppk pppk pppk pppk

Berita Terkait : 

Facebook Comments

Google News