Koto Baru, SuhaNews | Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Dr. H. Dedi Wandra, MA yang akrab disapa DEWA mencetuskan inovasi “Gadis Basolek” sebagai upaya pembentukan karakter siswa madrasah. Program ini sudah diperkenalkan ke madrasah yang ada di Kabupaten Solok, diantaranya MTsN 5 Solok (MTsN Gadung Surian), Senin (20/7) kemarin.
Ditemui di kantornya, Selasa (2/7). H. Dedi Wandra mengungkapkan program Gadis Basolek diinisiasi sebagai langkah kolaboratif nyata untuk menanamkan karakter peduli, gemar berinfak, dan bersedekah sejak dini kepada para peserta didik. Melalui edukasi keutamaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), generasi muda di Kabupaten Solok diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi untuk mendukung kemajuan ekonomi kreatif daerah.
“Gadis Basolek kependekan Gerakan Amalan Anak Didik Infak Sedekah Bersama Antarkan Solok Lebih Energik Ekonomi Kreatif. Sasarannya siswa terbisa sejak dini bersedekah, berinfak diutamakan pada dhuafa disekitarnya untuk digerakan sebagai modal usaha dalam membangkitkan ekonomi,” terang Dedi Wandra.
Ditambahkannya, ditengah perkembangan zaman saat ini, banyak muncul bakat bisnis dari anak-anak muda melalui keterampilan melahirkan berbagai produk kekinian yang disebut ekonomi kreatif. Melalui program ini diharapkan ada saling dukung antara pemberi dengan keikhlasan menjadi ibadah hingga menjadi kebiasaan baik dan bagi penerima menjadi modal dan dukungan untuk terus berkembang hingga membawa ke kondisi ekonomi yang lebih baik.
berita terkait : “Insan Kamil dan Sar’i” 1 dari 3 Inovasi DEWA di Kabupaten Solok
“Kita menyadari dengan sedekah yang jumlah kecil tidak bisa bermanfaat langsung sebagai modal usaha, maka dari itu kita gandeng BAZNAS Kabupaten Solok untuk turut serta mengelola melalui pengumpulan oleh UPZ di madrasah dan nanti disalurkan kepada yang berhak dan membutuhkan dengan jumlah cukup untuk memulai atau mengembangkan usaha,” ulas H. Dedi Wandra. gadis gadis gadis
Disebutkan putra Pematang Panjang Kabupaten Sijunjung ini, inovasinya yang mendapat dukungan dari BAZNAS Kabupaten Solok ini rencananya akan dilaunching oleh Bupati Solok nantinya, sebelum itu terlaksana, Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Kabupaten Solok melakukan sosialisasi ke seluruh madrasah terkait program, cara pengumpulan, pengelolaan oleh UPZ dan BAZNAS hingga nanti penyaluran.
Disampaikannya, program Gadis Basolek yang digagasnya ini salah satu upaya mewujudkan Asta Protas Kemenag Berdampak dilingkungan madrasah yakni mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi.
“Semoga gagasan untuk menciptakan karakter siswa yang peduli sesama dan motivasi menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Solok berjalan lancar dengan dukungan semua pihak,” tutup H. Dedi Wandra. Fendi
Berita terkait :
- Lebih dari 600 Titik di Kabupaten Solok Sukseskan Proram Indonesia Berkiblat
- DEWA : Indonesia Berkiblat untuk Ibadah Yang Lebih Sempurna
- Rashdul Kiblat di Kubung, Penyuluh Agama Dampingi Pengurus Masjid di Salayo dan Koto Baru
- Matahari Tepat Diatas Ka’bah, Hari Ini Kesempatan Sempurnakan Arah Kiblat
- DEWA : Indonesia Berkiblat, Mari Sempurnakan Ibadah Kita
- Yuhartizal, Penyuluh Agama Islam yang Pensiun Dengan Pangkat IV/D
- Bahagianya Anak Yatim di Kubung Terima Paket Lebaran dari BAZNAS Diserahkan Kemenag
- Lebaran Yatim dan Disabilitas 2026 di Kabupaten Solok, 1000 Paket Dibagikan BAZNAS dan Kemenag
- Dedi Wandra : 4 Manfaat Kurikulum Berbasis Cinta



Facebook Comments