Terpisah dari Istri di Masjidil Haram, Buya Syarifudin Dicari Rang Sumando

SuhaNews – Selalu ada cerita saat menunaikan ibadah haji, begitu pula yang dialami oleh Syarifudin Malin Mudo. Terpisah dengan istri di Masjidil Haram saat melaksanakan umrah, Sabtu (31/5) kemarin.

Syarifudin Malin Mudo yang akrab disapa buya beralamat di jorong Ranah nagari Sumani kecamatan X Koto Singkarak tergabung dengan kloter 15 PDG bersama 17 jemaah lainnya dari Kabupaten Solok, berangkat ke Masjidil Haram dari hotel 126 di wilayah Syisyah pukul 03.00 Waktu Arab Saudi atu menjelang Subuh.

“Beliau terpisah dari Istri dan rombongan dari hotel sebanyak 4 orang saat melaksanakan tawaf memasuki putaran ketiga,” ujar H. Masrul, PPIH /  Pembimbing Ibadah Daker Makkah yang juga sumando buya Syarifudin, karena istri H. Masrul juga dari Sumani.

Diceritakan H. Masrul, saat terpisah dari rombongannya yakni pasangan Nelly Hidayati yang juga dari Sumani, buya Syarifudin terus menyelesaikan tawaf hingga sa’i dan mengulanginya untuk memba’dalkan orangtuanya, terus berdiam diri di Masjidil Haram karena tidak tahu jalan keluar.

“Saya coba menghubungi beliau pukul 09.45 WAS, namun tidak tersambung, kemudian saya coba hubungi Buk Yet / Nelly Hidayati yang jadi teman perjalanan waktu ke Masjidil Haram yang menyebutkan jika istri buya ini sudah di hotel, sementara buya belum diketahui keberadaannya. Komunikasi dengan istrinya melalui buk Yet kembali dilakukan pukul 14.00 WAS, masih belum bertemu,” ulas H. Masrul.

Khawatir dengan kondisi dan keberadaan buya Syarifudin, H. Masrul berkoordinasi dengan pembimbing ibadah kloter 15 PDG Zulfikar, dan melanjutkan pencarian dengan menyisiri Masjidil Haram.

Mencari orang di Masjidl Haram dengan jutaan umat dari seluruh dunia tidaklah mudah, apalagi semuanya berpakaian Ihram kecuali para petugas. Pencarian siang itu tidak membuahkan hasil hingga malam pukul 19.30 WAS.

BACA JUGA  Rida Ananda Menjadi Ketua Umum FKA 87 SMA Kota Solok

“Saya hampiir putus asa, namun demikian koordinasi dengan para petugas / PPIH terus saya lakukan untuk memantau dan mencari tahu keberadaan beliau. Saat mau pulang kembali ke hotel dengn posisi sudah diatas bus untuk mengikuti rapat persiapan Armuzna di Daker 2 Madinah, sambungan telpon dengan buya ini masuk. Saya turun dan kembali ke Masjidil Haram,” tukuk H. Masrul.

H. Masrul terus berkomunikasi dengam buya Syarifudin dan mengarahkannya untuk berkoordinasi dan komunikasi dengan orang Indonesia yang ditemui diposisinya tersebut.

Sembari menunggu jawabannya, H. Masrul kembali mengitari Masjidil Haram dan menuju tempat dimana kira-kira Buya Syarifudin berada. Hingga beliau menyebutkan berada di dekat menara tinggi dan banyak hotel. Bersama beliau ada orang Indonesia asal Kalimantan, dan buya Syarifudin diminta untuk diam menunggu disitu.

“Barulah jelang tengah malam, sekitar pukul 22.24 WAS, buya Syarifudin ditemukan didekat WC 6 Masjidil Haram dalam kondisi sehat, hanya terlihat lelah. Setelahnya buya Syarifundi diantar ke hotel 126 di Syisyah tempat kloter 15 PDG menginap,” tutup H. Masrul.

Demikianlah sepenggal kisah jemaah haji asal nagari Sumani Kabupaten Solok yang terpisah dari rombongan di Masjidil Haram dan ditemukan oleh urang Sumando Sumani yang sedang bertugas sebagai PPIH Arab Saudi H. Masrul yang sehari-hari adalah Penghulu pada KUA Kecamatan Junung Sirih Kabupaten Solok. Sulman | Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News