Lubukbasung, SuhaNews – Sejumlah korban terdampak keracunan akibat mengkonsumsi nasi goreng produk olahan dapur SPPG Kampuang Tangah Lubukbasung masih terus bertambah, jumlah korban terdampak sudah mencapai 51 orang yang mendapat perawatan di tiga lokasi masing-masing RSUD Lubukbasung, Puskesmas Manggopoh dan RSIA Rizki Bunda, Rabu (01/10).
Bupati Agam Beni Warlis yang mendapat laporan langsung mendatangi RSUD Lubukbasung untuk memantau kondisi para korban, baik di IGD maupun di ruang perawatan medis yang mayoritas dialami anak-anak.
Kasus keracunan yang diduga dari nasi goreng olahan dapur MBG Kampuang Tangah itu, mendapat perhatian luas banyak warga, yang terus berdatangan ke rumah sakit untuk memantau kasus tersebut, sehingga seluruh aparat pengamanan, baik dari personil RSUD Lubukbasung yang dibantu personil Satpol.PP Agam dan aparat kepolisian harus bekerja esktra yang memantau dan mengamankan kawasan RSUD Lubukbasung.
Jumlah korban yang terus bertambah di RSUD Lubukbasung, selain rujukan dari Puskesmas Manggopoh, juga diantar keluarga menggunakan mobil pribadi. Bahkan, ambulance masih silih berganti datang ke rumah sakit tersebut, untuk mengantarkan korban yang dirujuk.

Hingga pukul 20.45 WIB, unsur Forkopimda Agam, juga sudah berdatangan ke RSUD Lubukbasung, baik bupati Agam, Kajari Agam, Kasdim 0304/Agam, Kapolres Agam dan unsur lain yang memantau proses penanganan korban keracunan di IGD maupun meninjau pasien di ruang perawatan.

Bupati Agam itu, menegaskan seluruh warga terdampak akan secara maksimal ditangani pemerintah, bahkan Pemkab.Agam menyiapkan dukungan untuk proses penanganan warga terdampak keracunan yang saat ini,sudah ditangani di tiga lokasi rumah sakit dan puskesmas Manggopoh.
Dampak keracunan akibat konsumsi nasi goreng hasil produksi dapur SPPG Kampuang Tangah itu, tidak hanya para siswa penerima manfaat, tapi juga guru-guru dan keluarga siswa, termasuk anak-anak kecil yang ikut menikmati makanan nasi goreng yang didistribusikan ke berbagai sekolah tersebut.
Dapur SPPG Kampuang Tangah yang mengelola MBG, yang melayani 57 sekolah,dengan 3.564 orang penerima manfaat dari berbagai tingkatan mulai dari PAUD,TK, SD,SMP dan SMA yang menjadi radius layanan dapur SPPG tersebut. Kasus keracunan itu sendiri mulai membludak, sekitar pukul 15.00 WIB, tiga jam setelah makanan yang disediakan dikonsumsi penerima manfaat. (*)
Baca Juga : Menag Nasaruddin Salurkan Bantuan pada Korban Musala Runtuh Pesantren Al Khoziny



Facebook Comments