Guru Yang Digugu Dan Ditiru

Guru Yang Digugu Dan Ditiru

Oleh : Tasrif (Guru MTsN 1 Kota Pariaman)

Serba dilematis menjadi seorang pendidik saat sekarang ini, terutama menghadapi generasi saat sekarang ini. Sedikit – dikit lapor kepada pihak berwajib ketika menghadapi masalah yang terjadi pada dirinya sendiri.

Ketika menegakkan disiplin, maka kita yang kena getahnya dan imbasnya. Ketika mendidik dengan sepenuh hati kita dianggap tak berwibawa, akibatnya keadaan yang tak berpihak kepada guru sebagai pribadi yang memiliki keikhlasan dan ketulusan dalam meningkatkan apa yang diiinginkan dalam hidup dan kehidupan.

Padahal, tugas mulia seorang guru bukan hanya sekedar mengajar tetapi juga mendidik, membimbing, melatih dan mengarahkan peserta didik untuk membentuk karakter dan kepribadian yang unggul.

Sebagai pendidik, tugas pertama seorang guru adalah mengajar, yang memiliki peran kunci dalam mentransfer pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai kepada siswa.

Guru harus memiliki pemahaman mendalam dalam materi pembelajaran yang disampaikan dengan metodologi pengajaran yang efektif dan kemampuan komunikasi yang baik.

Guru juga harus mampu memahami kebutuhan dan potensi unik dari setiap siswa serta memberikan dukungan yang diperlukan agar mencapai hasil yang maksimal di dalam pembelajaran.

Guru Yang Digugu Dan Ditiru

Tugas mulia dalam mencerdaskan anak bangsa tidak mudah dilaksanakan, membutuhkan proses dan strategi yang dihadapi sehingga dapat berjalan dengan baik dan penuh maksimal.

Menjadi seorang guru bukan berarti, sudah tidak perlu belajar lagi. Pengetahuan tentang ilmu yang diajarkan harus selalu dipelajari supaya tidak salah konsep dalam mengajarkannya.

Banyak sekali perkembangan – perkembangan pembelajaran dalam dunia pendidikan yang wajib selalu diikuti. Menjadi guru adalah menjadi pembelajar sepanjang hayat yang akan menjadi inspirasi siswa untuk selalu belajar sepanjang hayat.

Dunia pendidikan selalu berkembang sehingga banyak tren-tren baru yang bermunculan dalam perkembangan digital yang semakin cepat. Mau tidak mau guru jangan sampai ketinggalan zaman.

BACA JUGA  Lantik 86 Pejabat Fungsional, dr. Ermon : Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Bagi Guru

Sosok guru yang digugu dan ditiru sebagai tauladan, dimana digugu berarti perkataan guru harus dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan dan ditiru berarti sikap dan perbuatannya dapat dicontoh dengan baik dan diikuti oleh siswa.

Menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru, seorang guru harus memberikan tauladan yang baik melalui perkataan, perilaku dan tindakan yang konsisten sehingga dapat menginspirasi dalam membentuk karakter yang baik bagi siswa.

Untuk menjadikan itu kita sebagai guru harus memiliki integritas dan keilmuwan yang selalu dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan apa yang diajarkan dan diucapkan.

Seorang guru harus memiliki sikap yang baik, jujur, disiplin, bertanggungjawab, sabar, ramah dan selalu bersikap positif yang baik.

Guru harus memberikan contoh yang baik sehingga segala perbuatan yang dilakukan dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh ketulusan. Guru harus berempati dan memberikan motivasi dengan memahami siswa, memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta didik dan menggali potensi yang dimiliki peserta didik.

Tentu, dalam mencapai itu guru harus terus belajar dan mengembangkan diri dengan banyak belajar dan menambahkan pengetahuan yang ada dalam meningkatkan kemampuan yang dimilikinya. belajar sepanjang hayat untuk menggapai harapan hidup yang lebih baik dan lebih bermakna.

Banyak terjadi kekerasan dan prilaku yang tak baik berawal dari komunikasi yang tidak baik antara guru dengan siswa, dan cara mengajar yang kaku sehingga tidak memberikan ruang gerak yang lebih kepada siswa.

Dikala sesuatu yang di diamkan mencapai titik klimaks yang tak bisa dielakkan disebabkan kita seorang guru tidak memahami lagi psikologi anak didik, sebab mereka berangkat dari latar belakang keluarga yang berbeda dan berbagai corak dan perilaku yang ada sehingga perlu dipahami dengan baik akan apa yang terjadi pada sebenarnya.

BACA JUGA  59 Guru Raudhatul Athfal (RA) di Pasaman Terima Zakat dari BAZNAS

Oleh sebab itu kita harus bisa memilah atau mengetahui akan kemampuan yang dimilikinya. Untuk kita seorang guru, butuh pendekatan yang baik dengan suasana lingkungan yang menyenangkan, dengan kelas yang memberikan ruang gerak kepada peserta didik agar lebih mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Terus berkembang agar lebih baik lagi.

Baca Juga : Peringati Hari Pangan Sedunia, TPID Kab. Solok Gelar Gerakan Pangan Murah

Facebook Comments

Google News