RAT Tepat Waktu, Wako Payakumbuh Apresiasi KPRI Balai Kota Payakumbuh

Payakumbuh, SuhaNews — Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten II Yasrizal di Aula Josrizal Zain menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Balai Kota Payakumbuh, Selasa (20/01/2026) di Aula Josrizal Zain. 

“RAT merupakan kewajiban mutlak bagi koperasi karena menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi dan menegaskan bahwa kekuatan utama koperasi berada pada anggotanya,” kata Yasrizal.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Dibangun, Bupati Solok Lakukan Peletakan Batu Pertama

Pelaksanaan RAT tepat waktu mencerminkan tata kelola koperasi yang sehat dan akuntabel.

“Melalui RAT, pengurus menyampaikan pertanggungjawaban kinerja serta menetapkan rencana kerja dan anggaran agar koperasi dikelola secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kesadaran anggota dalam memenuhi kewajiban, khususnya pengembalian pinjaman, jelas Yasrizal, sangat menentukan keberlangsungan koperasi.

Wakil Ketua PKP-RI Provinsi Sumatera Barat Nasfizar Guspendri mengapresiasi pelaksanaan RAT tepat waktu.

“Koperasi yang baik adalah koperasi yang mampu memberikan manfaat nyata kepada anggotanya,” ujar Nasfizar Guspendri.

Kalau ingin koperasi berkembang dan untung, tambah Nasfizar Guspendri, maka anggotanya harus aktif bertransaksi karena hasilnya akan kembali kepada anggota.

Ketua KP-RI Balai Kota Payakumbuh Arif Siswandi mengatakan RAT Tahun Buku 2025 merupakan RAT ke-45 sejak koperasi berdiri pada 1980.

“RAT ini juga menjadi RAT kedua bagi kepengurusan periode 2024–2026,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah anggota koperasi saat ini sebanyak 243 orang, meskipun ada yang keluar karena pensiun dan mengundurkan diri.

“Pada 2025 terdapat penambahan 30 anggota baru,” katanya.

Dari sisi kinerja keuangan, Arif menyampaikan koperasi membukukan sisa hasil usaha (SHU) Tahun Buku 2025 sebesar Rp350,39 juta atau meningkat 5,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya transaksi anggota, baik melalui usaha pinjaman maupun waserda,” terangnya.

BACA JUGA  Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih, Jadi Sootan Universitas Paramadina

Ia menambahkan realisasi pendapatan KP-RI Balai Kota mencapai Rp754,21 juta atau 127,40 persen dari target yang ditetapkan.

“Peningkatan pendapatan ini terjadi karena semakin banyak anggota yang memanfaatkan layanan koperasi serta adanya pengalihan pinjaman dari bank ke koperasi,” ucapnya.

Terkait pengelolaan kas, Arif menjelaskan posisi kas hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp146,60 juta.

“Kas relatif lebih kecil karena seluruh saldo kami salurkan untuk kebutuhan anggota yang meminjam,” ujarnya.

Selain itu, pengelolaan waserda juga terus diperkuat dengan telah terdaftar di e-katalog versi 6 yang menyediakan empat etalase, meliputi makanan dan minuman, alat tulis kantor (ATK), kebutuhan harian atau sembako, serta peralatan rumah tangga.

“Waserda KPRI Balaikota saat ini telah terdaftar di e-katalog lokal dan hal itu berdampak pada meningkatnya transaksi,” tutupnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh M. Faizal menilai perkembangan koperasi di daerah tersebut menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kepatuhan terhadap prinsip tata kelola.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang melaporkan seluruh kegiatannya secara periodik dan transparan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Dekopinda Kota Payakumbuh Bujang Asmar mengajak seluruh anggota agar memanfaatkan koperasi secara optimal.

“Kalau bukan anggota yang membesarkan koperasi, siapa lagi. Manfaatkan koperasi kita, termasuk berbelanja kebutuhan pokok di waserda,” pungkasnya. (MCPYK)

Baca juga: Setjen DPD, MPR dan DPR RI Gelar Rapat Matangkan Persiapan Penyelenggaraan Sidang Tahunan 16 Agustus 2023

Facebook Comments

Google News