Makkah, SuhaNews | Mengambil Nafar Awal, jemaah haji Solok Raya tinggalkan Mina dan kembali ke Makkah pada Jumat (29/). Berangkat dari Mina sekitar pukul 12.00 Waktu Arab Saudi.
“Kita mengambil Nafar Awal sesuai jadwal yang diberikan oleh PPIH Daker Arab Saudi, dan Alhamdulillah sudah menyelesaikan seluruh lontar jumrah,” ujar ustadz Zul Apendi, pembimbing Ibadah Kloter 9 PDG.
Dijelaskannya, Nafar terbagi dua yakni nafar awal dan nafar tsani. Nafar Awal adalah pilihan bagi jemaah untuk meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah pada 12 Dzulhijah. emaah yang mengambil pilihan ini harus sudah keluar dari batas wilayah Mina sebelum matahari terbenam (sebelum waktu Maghrib) pada hari tersebut.
Dalam letih dan lelah disertai barang bawaan, jemaah bergerak meninggalkan tenda Mina menuju bus yang telah disiapkan. Ada haru, ada bahagia, karena telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji paling menguras energi dan emosi.
Di Mina, status sosial seorang muslim tak berarti. tak ada kamar pribadi, ksur empuk, tidak ada ruang ekslufif, semua tidur hanya beralskan karpet tipis, berdesakan, panas, lelah dan lainnya. Tak ada perbedaan indivisu, pejabat – rakyat, kaya dan miskin semua sama sebagai hamba. Bahkan dalam postingan di media sosial memperlihatkan Presiden Pantau Gading di Afrika yang ikut Haji tahun ini terlihat berbaring diats karpet tipis bersama jemaah lainnya. Tak ada pengawalan, tak ada protokoler.
Mina, tempat paling menguji jemaah, mulai dari antri toilet, kelelahan, panas ekstrem, berdesakan sampai suara riuh ramai, salah satu hakikatnya adalah ibadah bukan hanya ritual tapi juga pengendalian diri.
Di Mina, jemaah diajarkan untuk hidup sederhana, disini barang bawan menjadiu simbol beban hidup. semakin banyak barang bawan semakin berat langkah, hingga akhirnya ada jemaah yang membuang sepatu, makanan hingga tas, pesannya, yang tifak perlu jangan dipaksanakan jika akhirnya akan menyiksa.
Belum habis pelajaran yang didapat dua malam berada di Mina, ini adalah imulasi akhirat versi dunia, berjalan bersama jutan orang dengan arah yang sama tujuan yang sama tanpa saling kenal depan belakang kiri dan kanan, yang membedakan bukan jabatan, kekayaan, tapi kesabaran dan keikhlasan.

Mabit di mina bukan soal tidur, tapi hadir. banyak yang memgira mabit harus benar-benar tidur, padahal yang utama adalag kehadiran dan niat taat meski hanya sebentar.
Alhamdulillah ya Allah atas kesempatan dan semua pelajaran dari rangkaian Armuzna ini, serukan kami kembali kesini di tanah bersejarah para Nabi pendahulu kami. Nova | Fendi
Berita Terkait :
- Berangkat Ba’da Subuh, Jemaah Haji Solok Raya Selesaikan Melempar Jumrah
- Tinggalkan Mina Sejak Pagi, Jemaah Solok Raya Melempar Jumrah di Jamarat
- Mabit di Muzdalifah, 100 Jemaah Kloter 9 PDG Murur dari Arafah
- Di Arafah, H. Rifa’i Ajak Jemaah Merenung “Siapa Diri Ini”
- Suhu Arafah Capai 48 Derajat, Jemaah Diimbau Tidak ke Jabal Rahmah
- Lafazkan Talbiyah, Jemaah Haji Solok Raya Sampai di Arafah
- Jelang ke Arafah, Menikmati Senja di Makkah dan Matahari Terbenam di Balik Zamzam Tower
- Seluruh Jemaah Haji Solok Raya / Kloter 9 PDG Diwajibkan Bayar Denda atau Dam
- 4 Upaya Pembimbing Ibadah Kloter 9 PDG Persiapkan Jemaah Menuju Armuzna
- Jelang Armuzna, TKHI Intensifkan Pendampingan Kesehatan Jemaah Haji PDG 9
- Buya Gusrizal Kunjungi Jemaah Haji Kloter 9 PDG di Aziziyah
- Ini Tanggapan Buya Gusrizal Gazahar tentang Lokasi Penyembelihan Hewan Dam Jemaah Haji



Facebook Comments