SuhaNews | Kabar duka datang dari tanah suci, dr. Fitri Rezkiani yang berugas sebagai dokter kloter UPG 38 asal Provinsi Sulawesi Tenggara, wafat di rumah sakit saat dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah.
Dilansir Himpuh.or.id, Kabar wafatnya dr. Fitri sebelumnya beredar melalui sejumlah pesan duka yang menyebut dirinya meninggal saat mengemban tugas sebagai pelayan jamaah haji Indonesia di Makkah.
“Telah berpulang ke Rahmatullah Saudara/Teman kami petugas kesehatan haji kloter dr. Fitri Rezkiani dalam mengemban tugas mulia sebagai pelayan tamu Allah di Tanah Suci Makkah, insyaallah husnul khatimah,” demikian bunyi pesan duka yang beredar.
Kabar tersebut kemudian dibenarkan oleh Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Hasan Afandi.
“Betul. Almarhumah adalah dokter kloter UPG 38,” kata Hasan saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Ucapan belasungkawa juga datang dari Ogi Rianto, petugas PPIH tahun 2023 sekaligus pengelola media Emergency Medical Team PPIH Kesehatan.
Menurut Ogi, wafatnya dr. Fitri menjadi kehilangan bagi rekan-rekan tenaga kesehatan yang selama ini bertugas melayani jamaah haji Indonesia.
Baca juga :
- Sampaikan Duka, Kemenhaj Bukittinggi Kunjungi Keluarga Jemaah Wafat di Tanah Suci
- Jamaah Haji Bukittinggi Wafat di Madinah, Kemenhaj Sampaikan Duka Mendalam
“Sebagai rekan sejawat, saya mengucapkan ucapan belasungkawa atas wafatnya dokter Fitri saat bertugas di Tanah Suci. Meninggal dunia di Baitullah merupakan berkah yang luar biasa. Jujur kami semua iri dengan cara meninggal yang seperti itu, disalatkan di Masjidil Haram, oleh jutaan umat Islam. Subhanallah… itu kematian yang sungguh indah. Insyaallah almarhumah husnul khatimah,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelum wafat dr. Fitri telah menuntaskan seluruh rangkaian rukun haji bersama jamaah Indonesia dan tengah bersiap untuk kembali ke Tanah Air.
“Apalagi dokter Fitri sudah menunaikan semua rukun haji, insyaallah hajinya sudah selesai. Pahala berhaji sudah dapat insyaallah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ogi juga mengingatkan seluruh petugas kesehatan haji agar terus menjaga komitmen dalam melayani jamaah sebagai bagian dari ibadah.
Menurutnya, tenaga medis memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Sebagai petugas kesehatan, kita diamanahi tugas mulia mendampingi jemaah haji. Petugas medis itu garda terdepan bagi jemaah. Ada apa-apa pasti yang pertama dicari petugas medis. Ada slogan yaitu tugasku ibadahku. Jadi memang kita di sana (Tanah Suci) tugas utamanya adalah melayani. Tapi insyaallah bila jemaah haji yang dilayani itu hajinya mabrur, petugas juga akan dapat pahala mabrurnya,” pungkasnya.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Pemakaman Saraya, Makkah. PPIH Arab Saudi turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. dokter dokter dokter
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” tukasnya. (*|Himpuh)
Berita terkait :
- Kunjungi Thaif, Jemaah Haji Solok Raya Kenang Perjuangan Rasulullah
- Rukun Haji Telah Selesai, Ini Pilihan Wisata Ziarah di Makkah
- Nikmati Kota Makkah, Jemaah Haji Solok Naik Kereta Gantung Thaif
- Jadikan Masa Menunggu Jadwal Pulang ke Tanah Air untuk Training Diri Sebagai Pribadi Yang lebih Baik
- Ba’dal Umrah, Bakti dan Bukti Cinta Anak ke Orangtua di Tanah Suci
- Ketua Rombongan di Kloter 9 PDG, Pengabdian “Pak Guru” di Tanah Suci
- Kerjakan Tawaf Ifadah, Jemaah Solok Raya Selesai Tunaikan Rukun Haji
- Serba 5 Riyal di Pasar Pagi Dadakan Wilayah Aziziyah
- Jemaah Kloter 14 PDG Tuntaskan Armuzna, 55 Orang Pilih Nafar Tsani
- Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji Solok Raya Tunda Tawaf Ifadah
- Bawa Sejuta Kenangan dari Mina, Jemaah Haji Dapatkan Banyak Pelajaran
- Tinggalkan Mina Sejak Pagi, Jemaah Solok Raya Melempar Jumrah di Jamarat
- Mabit di Muzdalifah, 100 Jemaah Kloter 9 PDG Murur dari Arafah



Facebook Comments