Tawaf Wada’, Jemaah Haji Solok Raya Berlinang Air Mata di Depan Ka’bah

Makkah, SuhaNews | Langit kota Makkah masih gelap, beberapa pedagang dadakan mulai menggelar dagangannya di sekitar Hidayah Tower dan wilayah Aziziyah mulai terlihat sibuk. Para jemaah haji Solok Raya yang tergabung dalam Kloter 9 PDG usai subuh telah bersiap menuju Masjidil Haram, melaksanakan Tawaf Wada’, Kamis (11/6)

Bus Shalawat yang beroperasi 24 jam, bergerak pelan meninggalkan Hidayah Tower. Semua tempat duduk yang tersedia diisi penuh jemaah, tujuannya sama menyelesaikan ibadah di tanah suci yang ditutup dengan Tawaf Wada’ yang juga disebut tawaf perpisahan dengan tanah haram. Sebagian lainnya menyebutnya dengan tawaf “pamit” dari tanah kelahiran Rasulullah untuk kembali ke negeri asal.

Suasana bus pagi ini berbeda dari biasanya, tak banyak yang bicara, mengobrol atau sekedar saling tanya. Para jemaah larut dalam pikiran masing-masing yang dari raut wajahnya terlihat menikmati suasana hari-hari terakhir di kota Makkah.

Dari terminal, perjalanan dilanjutkan menuju Masjidil Haram berjalan kaki hingga memasuki masjid yang sebentar lagi akan jadi kenangan indah seumur hidup dan ditulis indah dalam lembaran sejarah, pernah menjejakan kaki di Baitullah yang dirindu umat Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan rukun Islam.

Pagi ini lantai dasar Masjidil Haram belum terlalu padat, meski ramai oleh jemaah yang melaksanakan tawaf. Mereka datang dari berbagai negara, sama seperti jemaah kloter 9 PDG, sebelum pulang ke negaranya juga melaksanakan tawaf wada’.

Baca juga :

Ada yang berbeda di dada dibanding twaf-tawaf sebelumnya saat melaksanakan Umrah, menyelesaikan rukun haji maupun ba’dal Umrah. Getaran di hati menitikan air mata. Sembari menatap bangunan yang didirikan oleh Nabi Ibrahim. AS, langkah terus mengitari bangunan yang selama ini hanya dirindu, kini telah nyata di depan mata, namun sebentar lagi akan kembali jadi buah rindu dalam kenangan.

BACA JUGA  Jamaah Haji Bukittinggi Wafat di Madinah, Kemenhaj Sampaikan Duka Mendalam

Tujuh putaran pun diselesaikan, namun hati ini masih belum ikhlas beranjak dari masjid ini. Duduk menepi sembari melihat jemaah yang masih menyelesaikan tawaf. Dalam dzikir yang dilafaskan terselip doa agar dipanggil dan diizinkan kembali menjejakan kaki di masjid ini, bersujud di depan Ka’bah, melafazkan doa di Baitullah.

Beberapa jemaah lain mengisi waktu dengan membaca Al Qur’an. “Belum tentu ada kesempatan lagi untuk membaca Qur’an di depan Ka’bah seperti ini, entah kapan lagi bisa berdizikir disini, mari manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin,” ujar salah satu jemaah sambil menyeka air mata yang menitik tiap kali menatap Ka’bah.

“Kita saja yang melaksanakan Tawaf Wada’ seperti ini sesak di dada, apalagi para sahabat saat menjalankan Haji Wada’ bersama Rasulullah,” ujar Tirta, salah satu jemaah Haji Kabupaten Solok.

Tawaf Wada’ merupakan salah satu jenis tawaf. Kata Wada’ sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya perpisahan. Sehingga tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Makkah. Tawaf Wada’ menjadi bentuk perpisahan dan penghormatan terhadap Baitullah atau rumah Allah. Setelah melakukan tawaf Wada’, jamaah dianjurkan untuk tidak berlama-lama dan sesegera mungkin meninggalkan Kota Makkah.

Tawaf wada dilakukan oleh jamaah haji atau umroh yang hendak meninggalkan kota Makkah untuk pulang ke negara masing-masing atau melanjutkan perjalanan ke Kota Madinah. Sedangkan penduduk asli Kota Makkah tidak perlu melakukan tawaf wada sesaat sebelum keluar kota Makkah. Pasalnya mereka akan kembali lagi ke tempat tinggalnya di Makkah.

Untuk Jemaah Haji Solok Raya maupun Kloter 9 PDG menuntaskan Tawaf Wada’ pada hari Kamis ini, sedangkan untuk jemaah lansia, resti dan disabilitas telah menyelesaikan hari sebelumnya.

BACA JUGA  Bupati Eka Putra : Kader Muhammadiyah Harus Memberikan Kontribusi Untuk Pengembangan Organisasi

Jumat (12/6) dijadwalkan Jemaah Haji Kloter 9 PDG akan meninggalkan kota Makkah dan kembali ke tanah air melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. Nova | Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News