Pengendalian Total Quality Management (TQM) Pendidikan Selama Pandemi Covid-19
Oleh: Aslinda (Mahasiswi Pascasarjana IAIN Batusangkar), Zulmuqim dan Demina (Dosen Pascasarjana IAIN Batusangkar)
Pada tanggal 30 Januari 2020 badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) telah menetapkan bahwa serangan virus Corona-19 sebagaiĀ Public Health Emergency of International Concem (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia, kemudian pada tanggal 11 Maret 2020 WHO juga menetapkan bahwa serangan wabah virus Corona-19 menjadi pandemic global (Kemenkes,2020).
Banyak negara yang merasakan dampak dari pandemic, terhitung 216 negara yang telah terkonfirmasi terkena serangan virus Corona-19 ini (Covid.go.id). Banyaknya korban jiwa memberikan dampak yang besar dikarenakan virus corona dapat menyebar dengan sangat cepat dari orang yang satu ke yang lainnya. Covid-19 dapat berpindah melalui air liur penderita dan kontak langsung penderita dengan orang lain, terlebih lagi virus ini rentan terserang terhadap orang lanjut usia dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis atau berat.
Hadirnya pandemic ini, menimbulkan berbagai permasalahan di berbagai macam sector kehidupan masyarakat. Mulai dari sector kesehatan, sosial, pariwisata, agama, bahkan pendidikan. Melalui Surat Keputusan (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) No. 4 tahun 2020 bahwa pelaksanaan proses pendidikan dilakukan tanpa adanya tatap muka secara langsung yaitu pendidikan dilakukan secara daring atau proses Belajar Dari Rumah (BDR). Hal tersebut bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia terutama melalui cluster pendidikan.
Munculnya inovasi proses pembelajaran dari rumah atau biasa disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak serta merta dapat diterima oleh seluruh kalangan dalam dunia pendidikan, seperti peserta didik, tenaga pendidik, bahkan orang tua peserta didik. Banyaknya kendala yang dirasakan seperti terganggunya ketersediaan jaringan internet, susahnya membeli kuota internet, serta kurangnya keterampilan tenaga pendidik dalam menggunakan perangkat Teknologi dan Informasi (TI) menjadi tantangan tersendiri bagi negara dalam hal ini Kemendikbud serta lembaga pendidikan itu sendiri yaitu sekolah.
Sekolah yang merupakan lembaga eksekutor dalam proses pendidikan haruslah mampu meminimalisir berbagai macam kendala yang timbul selama proses pembelajaran jarak jauh agar proses pembelajaran dapat berjalan secara lancar dan optimal. Sekolah haruslah mampuĀ mempertahankan mutu pendidikan yang ada, mulai dari input, process, dan output. Menurut Kaoru Ishikawa dalam Hanum Asrohah (2015) berpendapat bahwa mutu berarti kepuasan pelanggan. Dengan demikian, setiap bagian dari proses dalam oraganisasi memiliki pelanggan. Kepuasan pelanggan internal akan menyebabkan kepuasan pelanggan organisasi.
Baiknya mutu pendidikan tidak terlepas dari proses manajemen mutu itu sendiri. Manajemen mutu pendidikan tidak lepas dari tiga komponen yaitu; (1) Input (Kebijakan mutu, sumber daya tersedia dan siap, memiliki harapan prestasi tinggi, dan focus pada peserta didik); (2) proses (efektifitas proses belajar mengajar tinggi, kepemimpinan yang kuat, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, memiliki budaya mutu, sekolah memiliki kewenangan (Kemandirian), partisipasi warga sekolah dan masyarakat, sekolah memiliki keterbukaan, sekolah melakukan perbaikan secara berkesinambungan, responsive dan antisipasif terhadap kebutuhan); dan (3) Output yaitu lulusan yang dikeluarkan dari sekolah itu sendiri.
Di dunia pendidikan sistem manajamen mutu yang banyak digunakan adalah Total Quality Management (TQM),Ā TQM sering disebut manajemen mutu terpadu. Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungan. Peran kepala sekolah sebagai manajer tertinggi di sekolah haruslah mampu mengendalikan dan membimbing bawahannya dalam proses pengendalian mutu pendidikan. Terlebih lagi selama pandemic ini, system atau proses pembelajaran dilakukan tidak sebagaimana mestinya.
Agar proses pembelajaran jarak jauh ini dapat terlaksana dengan baik, sekolah dapat terus menerapkan prinsip-prinsip manajaemen mutu terpadu pendidikan agar mutu dapat terus terkendali dengan baik selama proses pembelajaran jarak jauh di tengah pandemic covid-19. Adapun prinsip utama TQM menurut Brunell (dalamĀ Schuemimg dan Christoper, 1993) adalah; 1) kepuasan pelanggan, pelanggan di lingkungan pendidikan adalah peserta didik.
Sekolah harus mampu menemukan berbagai macam kesulitan yang dirasakan oleh peserta didik maupun orang tua peserta didik kemudia memberika solusi yang baik, sehingga munculnya kepuasan peserta didik dalam proses pembelajaran; 2) Respek terhadap setiap orang, artinya dalam proses peningkatan ataupun pengendalian mutu harus juga memperhatikan dan peduli terhadap karyawan, tenaga pendidik, dan seluruh lapisan yang berhubungan langsung di dalamnya.
Setiap orang yang terlibat harus diberikan apresiasi dan diberikan kesempatan untuk membuat keputusan guna tercapainya standar mutu; 3) Manejemen berdasarkan fakta; Setiap keputusan didasarkan atas data, bukan sekedar perasaan (feeling); dan 4) Perbaikan berkesinambungan, Agar dapat sukses, setiap sekolah perlu melakukan proses sestimasi dalam melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Munculnya permasalahan-permasalahan yang baru selama pandemic ini, mengharuskan sekolah untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan agar pembelajaran dapat terus terlaksana dengan baik.
Oleh karena itu diharapkan adanya kesinambungan antara kepala sekolah, karyawan, dan guru dalam melakukan pengendalian mutu pendidikan selama proses pembelajaran jarak jauh ini sehingga proses pembelajaran tetap terus berjalan secara optimal. Serta berbagai permasalahan yang muncul selama proses pembelajaran jarak jauh ini, dapat diminimalisir oleh sekolah. Sehingga peserta didik dapat melakukan proses pembelajaran secara nyaman dan mutu pendidikan dapat dikendalikan dengan baik meskipun tengah berada di masa pandemic Covid-19.
BACA JUGA :





Facebook Comments