Kolom; Manajerial Kepala Sekolah di Era New Normal

270
per
Siswa salah satu SMA di Kab. Solok

Manajerial Kepala Sekolah Di Era New Normal

Oleh : Rini Elvina Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar

Pademi covid -19 telah menyebabkan krisis yang sangat mendalam bagi rakyat indonesia ,baik krisis kesehatan, psikologis, social, ekonomi dan pendidikan sehingga pemerintah menetapkan aturan pembatas sosial  atau di kenal dengan social distacing yang bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 dengan berlakunya sosial distacing serta  pemerintah mengeluarkan PP No. 21 Tahun 2020 dan Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

kepala

Dimana di batasi jumlah orang berkumpul dalam skala besar dan waktu berkumpul juga di batasi sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar (PBM ) di sekolah tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya karena guru dan siswa tidak bisa melakukan proses belajar seperti biasa yaitu tatap muka lansung tapi PBM dilakukan dengan daring (online learning /online class).

Setelah melakukan PSBB dalam jangka waktu yang lama maka pemerintah memilih untuk menerapkan tatana kehidupan normal atau di kenal dengan New Normal pada saat kita masih bertarung dengan pandemi Virus corona ( Covid -19), menurut Wiku Adisasmita New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun masih melaksanakan protokol kesahatan untuk mencegah terjadi penularan Covid -19, tujuan dari new normal ini adalah untuk memulihkan keadaan di segala bidang baik itu ekonomi, sosial dan pendidikan. agar kita bisa bekerja, belajar dan beraktivitas dengan produktif di era Pandemi Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberi pedoman untuk menerapkan kenormalan baru sebagai langkah transisi. Menurut WHO ada beberapa indikator New Normal pada saat pandemi ini, dimana indikator yang dimaksud adalah, a) tidak menambah penularan atau memperluas penularan atau semaksimalnya mengurangi penularan,b) Menggunakan indikator sistem kesehatan yakni seberapa tinggi adaptasi dan kapasitas dari sistem kesehatan bisa merespons untuk pelayanan COVID-19, c) Surveilans yakni cara menguji seseorang  atau sekelompok kerumunan apakah dia berpotensi memiliki COVID-19 atau tidak sehingga dilakukan tes masif.

Pada saat di mulainya New Normal ini tentu sangat di perlukan peranan kepala sekolah , guru di dalam menata pendidikan menuju sekolah yang bermutu disini peran kepala sekolah sebagai manajerial yang berkompentensi sangat di perlukan sekali untuk dapat berinovansi di dalam menata sekolah.

Kepala sekolah memiliki peran dan tanggung jawab sebagai manajer kantor yaitu diantaranya mengadakan prediksi masa depan sekolah, misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat, melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah.

Dalam menciptakan inovasi  pada saat New Normal ini sekolah menyediakan  layanan pendidikan dengan penyelarasan  kebutuhan  new  normal guna mewujudkan kesesuian antara kebutuhan persekolahan dalam hal ini siswa, guru, orang tua dengan kondisi yg serba terbatas saat ini (pandemi covid 19).sehingga terwujudnya sikap dan perilaku  personel sekolah dan siswa yang reflektif terhadap kondisi pandemi covid 19 menuju pada tercapainya tujuan pembelajaran/sekolah.

Kepala sekolah tentu membuat strategi sekolah di dalam melaksanakan pembelajaran pada saat new normal yaitu denhgan tetap melakukan protokol kesehatan, menggunakan Blended learning,dan budaya sekolah baru. Untuk melaksanakan protokol kesehatan yang harus di lakukan sekolah adalah, sekolah menyediakan wastafel atau alat untuk cuci tangan, semua warga sekolah tetap memakai masker, dilarang bergerombolan, jaga jarak.

Blended learning sangat cocok di gunakan pada saat pademi corona ini,apa itu blended learning ?, Menurut Semler (2005)  Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi Luring  ( offline ) dan pengajaran  Daring (online ), tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Thorne (2013) mendefinisikan blended learning sebagai campuran dari teknologi elearning dan multimedia, seperti video streaming, virtual class, animasi teks online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk tradisional pelatihan di kelas.

Menurut Garner &Oke (2015), pembelajaran blended learning merupakan sebuah lingkungan pembelajaran yang dirancang dengan menyatukan pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran online yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Adapun pada saat pengajaran secara daring  kepala sekolah melakukan, 1) Koordinasi tim teknologi informasi sekolah, 2 ) Optimalisasi e-learning, 3) Pelatihan literasi digital bagi guru (pemanfaatan platform online dalam pembelajaran), 4 ) Kolaborasi antar guru untuk mengatasi disparitas dalam penguasaan teknologi informasi, 5) Pembuatan learning management system (lms), 6) Penilaian akhir tahun online

Sedangkan pengajaran secara Luring (offline ) kepala sekola dapat menerapkan ;1) Mengubah mindset guru tentang orientasi pembelajaran, 2) Optimalisasi jam tatap muka , 3) Orientasi pada kecakapan hidup (self regulated learning, komunikasi, kolaborasi, kreativitas), 4) Membangun motivasi dan keterlibatan belajar, 5) Literasi digital

Blended Learning memiliki dari tiga komponen penting yaitu 1) online learning, 2) pembelajaran tatap muka, 3) belajar mandiri. Melalui blended learning dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif untuk terjadinya interaksi antara sesama peserta didik, dan peserta didik dengan pendidiknya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Di samping tetap melaksanakan protokol kesehatan, blended learning, kepala sekolah juga bisa melakukan budaya sekolah baru seperti, pelibatan orangtua dalam proses pembelajaran siswa selama di rumah analisis dampak covid-19 terhadap kondisi sosial ekonomi siswa, Memberikan bantuan kuota bagi siswa  yang membutuhkan, Memberikan layanan bimbingan konseling untuk meningkatkan resiliensi siswa. ***

Referensi

Choto, Aan.(2010).Peranan Kepala Sekolah [online]. Tersedia: http://aanchoto.com/2010/10/ peranan-kepala-sekolah.html [23 Oktober 2011]

Garner &Oke. (2015). International Journal Of Digital Sociaty (IJDS), Volume 6. Issue 2

Sevima.co.id Pengertian dan Manfaat Model Pembelajaran Blended Learning 02 Agustus 2018

Subagio.(2010). Keterampilan manajerial kepala sekolah [online]. Tersedia: http://subagio-subagio.blogspot.com/2010/05/keterampilan-manajerial-kepala-sekolah.html [23 Oktober 2011]

Thorne  (2013). Computer Mediated Communication -Social Interaction and The Internet: Sage Publication

.Pembimbing  : Sufyarma Marsidin dan Demina (Dosen  Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Baca Juga : 

Facebook Comments

loading...