Kolom : Normal Baru, Masyarakatnya Sudah Siapkah?

Normal Baru, Masyarakatnya Sudah Siapkah?

oleh Risna Delfita

Tanggal 29 Mei 2020 PSBB berakhir. Masa berikutnya adalah Normal Baru. Besar kemungkinan beberapa pemerintah daerah sampai tingkat kabupaten akan mengikutinya. Pemerintah pusat telah memutuskan akan menerapkan prosedur new normal atau normal baru demi memastikan berlanjutnya aktivitas masyarakat dan kegiatan perekonomian. Bahkan saat ini telah dipersiapkan sejumlah daerah yang masuk dalam skenario penerapan prosedur tersebut.

Padahal pada masa pandemi wabah Virus Corona atau COVID-19 masih menyelimuti banyak wilayah dinegeri ini. Pun masih banyak pertambahan kasusnya. Juga diruang lingkup yang kecil seperti pedesaan yang semula aman, bahkan sudah sekian lama berada dizona hijau akhirnya seiring waktu dengan berbagai sebab terjerembab juga kezona merah.

normal
Risna Delfita

Sebelum menjalani babak New Normal tentu masyarakat harus dengan dibekali pemahaman tentang masa Normal Baru tersebut beserta aturan-aturan yang harus mereka ikuti dan terapkan.

Menurut Prof Wiku Adisasmita, selaku Ketua Tim Pakar gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan New Normal artinya adalah bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik dan menghindari kerumunan.

“Secara sosial kita pasti akan mengalami suatu bentuk New Normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktivitas dan bekerja dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan, bekerja, dan bersekolah dari rumah,” kata Wiku Adisasmita, saat Konferensi Pers, Talkshow ‘Update Tim Pakar: Penanganan COVID-19 – Respon dan Transformasi’.

“Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru ketika pandemi yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai ditemukannya vaksin untuk Covid-19 ini,” lanjut Wiku Adisasmita.

Apakah masyarakat yang akan menuju normal baru beberapa bulan ke depan atau setidaknya sampai tersedia vaksin dan obat COVID-19 atau kasus COVID-19 dapat ditekan menjadi sangat kecil sudah siap?

BACA JUGA  Filsafat Pendidikan Humanisme di Era Pandemi

Pada masa PSBB saja yang sudah mereka lalui toh mereka tidak begitu paham dan menyadari. Keadaan kasus yang meningkat perharinya adalah indikasinya.

Penerapan menjalani PSBB dan protokol kesehatan antara lain mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara rutin, pemakaian masker keluar rumah dan jaga jarak (physical distancing), hindari kerumunan tidak diikuti oleh masyarakat dengan penuh kesadaran bahkan terkesan terpaksa.

Untuk kesiapan new normal corona, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyusun protokol kesehatan sebagai berikut:

1. Cuci tangan

Jaga kebersihan tangan dengan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, jika permukaan tangan tidak terlihat kotor dengan sabun dan air mengalir. Ikuti tahapan mencuci tangan yang baik, meliputi punggung tangan, bagian dalam, sela-sela jari dan ujung jari.

2. Hindari menyentuh wajah
Menghindari menyentuh area wajah, khususnya mata, hidung dan mulut, dalam kondisi tangan yang belum bersih karena tangan dapat membawa virus yang dapat diperoleh saat kita beraktivitas.

3. Menerapkan etika batuk dan bersin

Saat batuk atau bersin terlepas seseorang memiliki virus corona atau tidak, etikanya dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam, bisa juga menggunakan kain tisu untuk menutup hidung atau mulut selepasnya dibuang langsung ke tempat sampah.

4. Gunakan masker
Selalulah gunakan masker ketika memiliki gejala sakit atau gangguan pernapasan, saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain.

5. Jaga jarak sosial
Selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.Agar terhindar dari paparan virus.

Physical distancing atau jaga jarak ini agar masyarakat tidak mendatangi kerumunan, meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan tidak mengadakan acara yang mengundang orang banyak.

BACA JUGA  Mengenal Madrasah, Lembaga Pendidikan Berbasis Ilmu Agama Islam

6. Isolasi mandiri
Bagi yang merasa tidak sehat,
seperti memiliki beberapa gejala sakit, yakni demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau sesak napas.
maka secara sadar dan sukarela melakukan isolasi mandiri di rumah.

7. Menjaga kesehatan
Selama tidak berkegiatan di luar rumah, pastikan kesehatan fisik selalu terjaga dengan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga ringan.

Mestinya walaupun waktunya sangat kasip tapi tetap tiada kata terlambat untuk sosialisasi kemasyarakat dalam rangka memasuki era normal baru ini.

Seperti beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian oleh siapa saja diantaranya adalah;

Pertama, dua pekan terakhir ini merupakan masa kritis yang berpotensi dapat meningkatkan penyebaran kasus COVID-19 karena telah melewati masa akhir Ramadhan seperti pasar makin ramai dan lebaran tempat wisata dikunjungi serta arus mudik / balik yang tak bisa dihindari.

Kedua, penerapan disiplin tinggi dalam implementasi protokol kesehatan COVID-19 seperti hidup bersih dan sehat (cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dan penggunaan masker), physical distancing (jaga jarak).

Ketiga, masyarakat akan mengalami proses adaptasi dengan kehidupan normal baru, terutama perubahan kebijakan dan aturan sesuai perkembangan COVID-19, termasuk optimalisasi teknologi digital dan pelaksanaan protokol COVID-19 secara konsisten.

Hal-hal itulah yang perlu dipahami oleh masyarakat untuk kelangsungan hidup diera new normal.  ***

Baca Juga :

 

Facebook Comments

Google News