Balon Walikota Solok, Ismael Koto Kian Tak Terbendung

SOLOK – Ismael Koto – Edi Candra makin tak terbendung. Pasangan birokrat ini kian bersinar meninggalkan tiga pasangan balon walikota Solok lainnya. Ismael Koto – Edi Candra kini mengantongi 7104 votes atau 41% dari 17159 total Votes SuhaNews pekan kedua ini.

Kalau sebelumnya pasangan ini mampu merangkak dari posisi ketiga ke posisi dua, kini justru mampu mennggeser Yutris Can- Irman Yefri Adang yang sejak awal berada di urutan pertama. Sekarang pasangan politisi ini harus rela berada di posisi kedua dengan 6627 votes atau setara dengan 39%.

Pergerakan polling memang masih liar. Menjelang pendaftaran balon ke KPU bahkan menjelang pemungutan suara, dukungan masih mungkin berubah. Bisa jadi balon yang kini berada di bawah, melejit dan memenangkan Pilkada Kotra Solok ini.

Reinier- Andri Maran yang selama ini berada di posisi kedua pada, kini berada di posisi ketiga dengan 3180 votes setara dengan 19%. Pasangan yang melejet di salah satu lembaga survey ini, di Polling SuhaNews masih tertinggal jauh dari pasangan Yutris Can- Irman Yefri Adang, yang sejak awal selalu mendapatkan votes di atas 35%.

Sedangkan pasangan Hendriyas – Jetson justru terus menurun. Dari 7% pada pekan kedua, turun ke 4% pada pekan ketiga dan sekarang turun lagi. Pasangan ini barum mengumpulkan 238 votes atau sekitar 2%., sekarang justru tinggal 1% dengan 248 votes atau 1%.

Polling SuhaNews yang dibuka sejak 9 Februari 2020 lalu ini diminati netizen. Mereka menberikan votes untuk kandidat yang didukungnya. Jika votes ini menunjukkan dukungan terhadap balon walikota Solok, bisa jadi pasangan – Ismael Koto – Edi Candra mejadi pimpinan Kota Solok lima tahun ke depan.

BACA JUGA  Perdana, Pemko Padang Isi Jabatan Pranata Humas

Jalan masih panjang, – Ismael Koto – Edi Candra tidak bisa merasa junawa, merasa sudah menang, apalagi jika memiliki rasa optimistis yang tinggi. Pasangan manapun yang merasa sudah menang justru akan membahayakan diri masing-masing.

Perang Baliho
Saat ini yang merebak adalah perang baliho. Masing-masing pasangan berusaha menempatkan balihonya di tempat-tempat strategis. Ada juga yang dipasang berdekatan, pertanda badunsanak atau pertanda sedang bersaing menjadi yang terbaik.

“Kalau warga Kota Solok sudah lebih mudah melihat balon walikota,” jelas Sri, yang mengaku belum memutuskan pilihannya.

Warga Kota Solok sudah mengetahui bahwa ada empat pasangan balon walikota yang kini sudah memajang balihonya. Keempat pasangan itui adalah Yutris Can- Irman Yefri Adang, Ismael Koto – Edi Candra, Reinier- Andri Maran dan Hendriyas – Jetson.

Empat pasangan balon walikota Solok ini bukan saja mengenal Kota Solok, juga dikenal warga Kota Solok. Nama Yutris Can, Ismael Koto, Reinier dan Hendriyas sudah dikenal sejak lama. Apakah keempat tetap akan bergandengan sampai calon walikota? Masih menjadi tanda tanya, karena hingga sekarang KPU memang belum mengumkan calon sebab belum tiba saatnya.

Melihat pergerakan votes, nampaknya mesin partai masing-masing paslon (pasangan balon) bergerak dinamis pula. Sekalipun masa kampanye belum dimulai, Masing-masing berusaha menarik simpati pemilih Kota Solok Serambi Madinah ini. Jalan masih terbuka untuk mendapatkan simpati dari pemilih.

Polling masih berjalan, votes masih terus bergerak. Persaingan nampaknya memang pada tiga pasangan teratas. Melihat masing-masing sama-sama berpengalaman di birokrat dan partai politik. Namun pasangan Hendriyas – Jetson tidak bisa diabaikan. Bisa jadi tidak ikut polling dan survey, tetapi sudah berbulat tekad untuk memenangkan pasangan ini. Red

BACA JUGA  PKK Kota Solok Ikuti Bimtek oleh TP PKK Sumbar

 

[democracy id=”2″]

Baca Juga:

 

Facebook Comments

Google News