Anggaran Besar, KONI Sumbar Pertaruhkan Prestasi Atlet

Anggaran Besar, KONI Sumbar Pertaruhkan Prestasi Atlet
SuhaNews. Jauhnya lokasi yang hendak dijangkau, dengan besarnya anggaran yang akan dikeluarkan dari keuangan daerah (APBD Sumbar), tentu harus pula berbanding lurus dengan prestasi atlet yang bisa dipatok.
Karena itu, PON XX 2021 Papua ajang meningkatkan harkat, martabat dan marwah olahraga Ranah Minang di kancah nasional. Untuk itu, diperlukan seleksi ketat dan terukur guna memenuhi semua ini. Artinya, atlet yang meraih medalilah yang menjadi prioritas utama.

“Dan hal ini jauh-jauh hari sudah disampaikan KONI Sumbar kepada pengurus provinsi Cabor yang ada di Sumbar. KONI Sumbar, hanya memberangkatkan atlet potensi mendapatkan medali, terutama medali emas. Karena ini sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan KONI Sumbar April 2019 dalam SK Nomor: 64 Tahun 2019 dan SK Nomor: 94 Tahun 2019 tentang Penetapan Regulasi Pemberangkatan Atlet Sumatera Barat Menuju PON XX,” kata Ketum KONI Sumbar, Syaiful, SH, MHum, Jumat (27/11/2020). Bahkan, hal ini disampaikan Ketum KONI Sumbar dalam pertemuan dengan Komisi V DPRD Sumbar, pertengahan Okotober lalu.

Dan Komisi V DPRD Sumbar, mendukung langkah KONI Sumbar melakukkan seleksi ketat (selektif) dalam penentuan atlet Sumbar yang dikirim ke ajang PON XX Papua, Oktober 2021 mendatang. Atlet yang diboyong ke PON Papua tersebut betul-betul atlet yang punya berprestasi, yang bisa mengharumkan nama Sumbar di kancah olahraga tingkat nasional tersebut.

Penegasan itu juga merupakan salah satu kesimpulan yang dihasilkan dalam pertemuan antara Komisi V DPRD Sumbar dengan KONI dan Dispora Sumbar di DPRD Sumbar, Rabu (14/10/2020). Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V Donizar dihadiri sejumlah anggota Komisi V DPRD Sumbar, diantaranya Sekretaris Komisi V, Syahrul Furqan, Maigus Nasir, Nofrizon, Siti Izzati Azis dan Gustami.

Kesimpulan lain yang tak kalah pentingnya, yakni Komisi V juga merekomendasikan dan menekankan kepada KONI Sumbar lebih memprioritaskan atlet yang putra daerah dan mengabaikan putra luar daerah Sumbar. Sebab semua ini juga tak terlepas untuk pembinaan putra dan putri daerah Sumbar menjadi atlet yang berprestasi. Kemudian, yang tak kalah pentingnya Komisi V meminta KONI untuk memperhatikan unsur efesiensi dalam penggunaan anggaran yang dihibahkan ke KONI Sumbar.

“Karena, pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021 tersebut, dengan jarak begitu jauh dan kondisi lainnya, jelas akan memakan anggaran yang cukup besar ke sana,” ujar Donizar, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar.

Bisa ke Ranah Hukum

Dalam kesempatan ini Syaiful juga menegaskan, bila KONI Sumbar tetap memberangkatkan atlet tidak potensi medali, itu sudah bisa dikategorikan menghamburkan uang negara dan bisa dijerat pidana korupsi. Karena sudah memberikan peluang dan pembiaran terhadap penyalahgunaan uang negara.

“Jadi, ujungnya saya sebagai Ketum KONI Sumbar bisa diperiksa aparat kejaksaan dan berurusaan dengan hukum. Karena sudah tahu atlet ini tidak akan berprestasi di PON Papua, juga diberangkatkan. Kan penyalahgunaan atau penghamburan uang negara,” tegas advokad senior ini.

Syaiful juga menyatakan, ia dan KONI Sumbar tentu tidak mau menanggung resiko besar ini. Ia dan pengurus lainnya, tentu tidak ingin masuk penjara sepulang dari PON XX 2021 Papua nantinya.

Untuk itu, kata Syaiful, KONI Sumbar akan dengan tegas menegakkan regulasi yang sudah ditetapkan KONI Sumbar tentang Penetapan Regulasi Pemberangkatan Atlet Sumatera Barat Menuju PON XX.

Disamping itu, KONI Sumbar juga kemungkinan besar tidak memberangkatkan atlet yang bukan putra daerah.

“Putra daerah yang penuhi kuota PON Papua saja, banyak yang tidak bisa diberangkatkan. Jadi atlet bukan putra daerah dan tidak potensi medali, tentu tidak ada tempat untuk diberangkatkan ke PON Papua nanti,” pungkas Syaiful. (MR)

editor :Moentjak sumber : BeritaMinang.com

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...