Bimtek Renstra Kota Solok 2021, Zul Elfian; Perencanaan Yang Menjawab Permasalahan Publik

Bimtek Renstra Kota Solok 2021, Zul Elfian; Perencanaan Yang Menjawab Permasalahan Publik
SuhaNews. Walikota Solok Zul Elfian dalam bimbingan teknis penyusunan rencana strategis (Renstra) Perangkat Daerah menyampaikan bahwa penyusunan perencanaan hendaknya menjawab permasalahan publik.

Secara bergantian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok lakukan pengawalan rangkaian penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2021-2026 yang merupakan implementasi visi misi Kepala Daerah terpilih. Salah satunya meninjau pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana strategis (Renstra) Perangkat Daerah sebagai hal terpenting dalam sebuah RPJMD.

Selama dua hari Wakil Wali Kota memantau langsung pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek). Sabtu malam (6/3), Wali Kota Solok Zul Elfian didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim, SSTP, M.Si meninjau pelaksanaan bimtek yang dilaksanakan di Ballroom Andromeda Hotel Mercure Padang.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Nara Sumber Dari Tenaga Ahli Perencanaan Pembangunan Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri, Para Asisten Sekda, Staf Ahli Wako, Kepala Bappeda, Seluruh Sekretaris dan Kasubbag Program dilingkup Pemerintah Kota Solok serta Tim Penyusun RPJMD Kota Solok 2021-2026.

Dalam kesempatan itu, Wako menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh yang hadir untuk betul serius karena RPJMD dan Renstra yang disusun sekarang merupakan RPJMD pada periode terakhir RPJPD 2005-2025.

“Banyak hal yang belum tercapai, dari tahun ke selalu disampaikan, direncanakan, dirapatkan akan tetapi belum juga dapat terwujud. Saya mengajak kita semua untuk berencana dan tuntas dalam eksekusinya. Apalagi sekarang merupakan periode akhir RPJP” ungkap Zul Elfian.

Terkait dengan itu beliau mengumpamakan seperti Rapat Kera atau Rapat Tikus. “Ada sebuah kisah kumpulan kera yang bersepakat bangun rumah ketika hujan lebat, namun ketika hujan reda, tidak satupun yang ingat apa yang menjadi kesepakatan rapat. Atau rapat tikus yang merasa terancam dengan keberadaan kucing, para kucing bersepakat akan berikan kucing kalung yang ada lonceng, sehingga ketika tikus datang bisa menjadi pengingat. Akan tetapi ketika menentukan siapa yang akan menindaklanjuti atau mengeksekusi hasil rapat tidak satupun yang berani” tutur Wako.

BACA JUGA  Lomba Bercerita, Kanaya Andriga Menjadi Duta Kota Solok ke Provinsi

Beliau menekankan dari perumpamaan dua kisah itu, agar semua OPD hindari rapat-rapat seperti kera dan tikus lakukan.

Beliau juga menekankan kepada seluruh peserta bimtek, agar dalam penyusunan Renstra dan RPJMD melahirkan program kegiatan yang menjawab masalah-masalah publik yang menjadi tugas pokok OPD masing-masing.

“Oleh karena itu berangkatlah dari permasalahan publik yang ada di daerah, setiap OPD telah mengantongi setiap permasalahan yang menjadi tugasnya.

Wako juga mengajak untuk mulai berfikir penghematan anggaran OPD, sehingga dari penghematan tersebut bisa lebih diarahkan kepada program kegiatan yang lebih menyentuh kepada masyarakat.

“Karena malam ini saya berhadapan dengan adik-adik saya para Sekretaris dan Kasubbag Program. Saya berpesan melalui dari adik-adik merancang program kegiatan yang lebih selektif dan mulai berfikir penghematan dari hal-hal kecil seperti belanja-belanja rutin, memanfaatkan semaksimal mungkin yang sudah” pesan Wako.

Di penghujung arahannya, wako mengajak semua untuk berupaya berjalan lurus, jangan rusak apa yang telah diberikan negara dengan hal-hal yang salah. “Tidak ada artinya harta banyak tetapi tidak berkah, mari setiap kita berupaya untuk menuju kearah yang diberkahi Allah” tutupnya. Rel

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...