Bupati Solok Rakor Bersama Wali Nagari, KAN, BPN

solok
Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar gelar rakor (rapat koordinasi) dengan walinagari, Ketua KAN, Ketua BPN se-Kabupaten Solok, Sabtu, 16 April 2022 di  Masjid Agung Darussalam Islamic Center Koto Baru.

Rakor ini juga dihadiri oleh Sekda Medison, S. Sos, M. Si., Ketua TP-PKK Ny. Emiko Epyardi Asda, Asisten 2, Drs. Syahrial, MM, Asisten 3 Editiawarman, S. Sos. M. Si., Kepala DPMN Romi Hendrawan, S. Sos. M. Si., Anggota DPRD Septrismen, Kepala SKPD, camat,  Wali Nagari, Ketua KAN s dan Ketua BPN.

Baca juga: 1,8 Juta Perantau Pulang Kampung, Gubernur Sumbar Pimpin Rakor

Kepala DPMN  Romi Hendrawan, S. Sos, M. Si mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka rapat koordinasi dalam upaya percepatan pembangunan nagari.

“Rkor dan buka puasa bersam ini juga untuk mempererat silaturahmi antara Camat, Walinagari, KAN dan BPN dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok,” jelas Romi Hendrawan.

Bupati Solok H. Epyardi Asda juga menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk menjalin silaturrahmi dengan bapak ibuk semua, serta untuk saling berdiskusi terkait pembangunan Kabupaten Solok.

“Kita ingin pada anggaran perubahan ada bantuan untuk rumah adat, karena itulah dikumpulkan semua wali nagari, BPN serta KAN se-Kabupaten Solok,” jelas  Epyardi Asda.

Bupati berharap Walinagari, KAN dan BPN seiring sejalan dalam rangka pembangunan nagarinya masing-masing sehingga mambangkik batang tarandam menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat bisa terwujud.

“Saya merasa kecewa dengan dikeluarkannya moratorium penghentian sementara pengajuan izin baru Pendidikan Anak Usia Dini Alquran (PAUDQU) dan Rumah Tahfiz Alquran (RTQ) oleh Kementerian Agama yang tertuang dalam surat Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor D-881/DJ/PP.03/04/2022 tentang Pemberitahuan Kebijakan Moratorium (Penundaan) Penetapan Tanda Daftar Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ),” ujar Epyardi Asda.

BACA JUGA  Cuti Kuliah, Mahasiswi Asal Bukittinggi Positif Covid-19

Moratorium ini mulai  berlaku 11 April 2022. Ini dilakukan dalam rangka penataan kelembagaan yang ada saat ini, sekaligus menyiapkan regulasi yang lebih memadai.

“Justru pada bulan Ramadan ini kegiatan keagamaan mendekatkan diri dengan Alquran banyak dilakukan oleh masyarakat karena mayoritas masyarakat Kabupaten Solok beragama Islam,” jelas Epyardi Asda.

Bupati Epyardi Asda mengimbau masyarakat yang ingin membuat Rumah Tahfiz Alquran tidak perlu khawatir. Bupati siap untuk membantu kelancaran pembangunan tersebut. (Wewe)

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor Penanganan Dampak Gempa

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakGubernur Mahyeldi Singgah Sahur di Rumah Warga Korong Tarok
Artikulli tjetërHadapi Idul Fitri 1443 H Tanah Datar Tetap Buka Posko Kesehatan Antisipasi Covid-19