Membangun usaha di tengah situasi pandemi Covid-19 tidaklah mudah, membutuhkan perjuangan lebih ekstra, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pengunjung.
Kenny Arfiena, pemiliki Cafe Qoe, mampu keluar dari persoalan pelik tersebut. Usaha yang dikelolannya mampu mencuri perhatian penikmat kuliner di Kota Padang Panjang.
CAFÉ Qoe tidak asing lagi bagi masyarakat Padang Panjang. Bagi yang pernah berkunjung ke Pasar Kuliner (Paskul) Padang Panjang, sudah pasti mengetahuinya. Karena lokasi café ini ada di Paskul.
Baca juga:Â Palanta Aia Tabiang Sigando, Wisata Kuliner Berkonsep Alam di Padang Panjang
Kenny mengatakan, ia membangun café ini dengan tekad yang kuat serta ingin menciptakan lapangan kerja baru. Alhamdulillah saat ini keinginannya sudah mulai terwujud.
Café Qoe ini juga merupakan lanjutan dari usaha Kenny yang sebelumnya berjualan secara online sejak 2019 yang dinamakannya dengan Murahsaki.
Begitu banyak orderan yang dia terima, maka timbullah ide untuk membuat café. Lalu kenapa di Paskul? Karena Kenny melihat belum ada café yang dibuka di Paskul.
Berbagai macam menu dan hiburan dihadirkan di Café Qoe. Di antaranya menu andalan yang biasa dijajakan Kenny waktu jualan online, seperti Baso Aci, Cireng dan Miyago. Ketiga menu ini sempat viral dan sudah banyak peminatnya. Café Qoe juga menyediakan fasilitas karaoke bagi pengunjung yang hobi bernyanyi. Sehingga lokasi ini bisa menjadi tempat kumpul keluarga, reuni ataupun acara meeting.
Di café ini juga ada hari berbagi setiap Jumat. Bertajuk “Murahsaki Berbagi”, Café Qoe berbagi nasi bungkus untuk para tukang sol sepatu, buruh angkat, tukang ojek dan lain-lainnya di Pasar Pusat Padang Panjang.
Di hari Jumat pula Café Qoe menyediakan menu gratis. Setiap Senin dan Kamis, disediakan menu gratis bagi yang berbuka puasa sunnah.
Untuk jangka panjang, kata Kenny, dirinya mengupayakan agar Paskul lebih hidup dan lebih modern. Dengan mengadakan berbagai iven live music ataupun pertunjukan seni yang nantinya bisa diisi berbagai sanggar ataupun mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Sehingga Paskul nantinya bisa seperti kawasan Malioboro di Jogjakarta yang keren dengan pertunjukan seni budaya.
Impian Kenny ini masih belum bisa diwujudkannya hingga saat ini. Lantaran pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk menciptakan kerumunan atau keramaian. (*)



Facebook Comments