Panyakalan, SuhaNews – Membuka kegiatan sosialisasi Penyelengaraan desa siaga kesehatan sekaligus sosialisasi Pekan Imunisasi Dunia ( PID) dan Bulan Imunisasi Anak Nasional ( BIAN) tingkat nagari Panyakalan, Camat Kubung Sujamto Amrita mengajak masyakat menyukseskan program ini.
Pada acara yang berlangsung di Rumah Pintar Panyakalan Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Kamis (9/6) lalu, dihadiri oleh Kepala Pukesmas Tanjung bingkuang, Bhabinsa dan Bhabinkantibmas, para Bidan Desa, ketua PKK Nagari Panyakalan, para Kader BKB, serta Posyandu, Bundo Kanduang, Kepala sekolah yang ada di Nagari Panyakalan serta tokoh masyarakat lainnya.
Wali Nagari Panyakalan Agus Evatra Dt Bandaro Kayo dalam sambutan dan laporannya menyampaikan bahwa capain vaksin Campak dan Rubella untuk Nagari Panyakalan hingga saat ini baru sekitar 40 persen. Disebabkan masih kurangnya pemahaman masyarakat wajib vaksin akan kegunaan dari imunisasi tersebut.
” Untuk itu kami dari pemerintahan Nagari merasa perlu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pihak pihak terkait” ujar Agus.
Sedangkan Camat Kubung Drs. Sujanto Amrita mengajak kepada semua yang hadir untuk ikut serta berperan aktif guna mensukseskan kegiatan vaksinasi Measles Rubella ( MR) agar disampaikan kepada masyarakat dan anak anak didik disekolah.Karena panyakit Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular.
“Mari kita putus transmisi penularan virus Campak dan Rubella ini dengan melaksanakan imunisasi, kalau perlu para kader Posyandu dan PKK bersama para bidan desa memakai sistim jemput bola kepada sasaran dengan pendekatan persuasif” ujar Camat Kubung.
Narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kasi Suveilans Bencana dan Imunisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Salmi Sudiarti SKM. Memberikan penjelasan dan pemahaman kepada peserta sosialisasi akan pentingnya imunisasi bagi anak umur 9 bulan hingga 15 tahun.
” Campak dan Rubella adalah salah satu sangat penyakit menular yang disebabkan oleh virus, anak atau orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi atau belum mengalami penyakit tersebut sangat beresiko tinggi tertular” ujar Salmi
“Penyakit campak ini juga dapat menyebabkan komplikasi yang serius kepada penderitanya seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan,gizi buruk, bahkan kematian” terang Salmi Sudiarti.
Untuk itu pemerintah melaksanakan kegiatan secara massal demi memutus mata rantai penularan virus campak dan Rubella pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.tutup Salmi. Oca
BErita Terkait :
- Gerimis, Salat Ied di Panyakalan Dipadati Jamaah
- 133 Anak Yatim Terima Santunan Hari Raya dari BAZNA Panyakalan
- Tarwih Dimulai Jumat 1 April, Masjid Jamie’ Panyakalan Sediakan Tiket Syurga
- Jamaah Masjid Jamie’ Panyakalan Ikut 1 Ton Rendang untuk Semeru
- Buya Gusrizal Beri Tausiah 1 Muharam di Masjid Jami’ Panyakalan



Facebook Comments