Bukittinggi, SuhaNews – Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 di MAN 2 kota Bukittinggi, Sabtu (3/1) terasa sangat istimewa. Bukan hanya soal perayaan usia sewindu, namun juga menjadi panggung apresiasi bagi para pejuang pendidikan yang telah menunjukkan standar kedisiplinan tinggi dan dedikasi tanpa batas. penghargaan

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, satu orang guru dan pegawai administrasi menerima penghargaan khusus. Untuk kategori guru diraih oleh Jon Mawardi sebagai guru berdedikasi dan terdisiplin dan Nasrul Fedri dari tenaga kependidikan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kriteria penilaian tahun ini diperketat, merujuk pada rekam jejak kehadiran, ketepatan waktu dalam administrasi, serta inovasi dalam pelayanan selama satu tahun terakhir. Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi Hj. Misra Elfi setelah pelaksanaan upacara HAB.
Kepala MAN 2 kota Bukittinggi Amri J menekankan bahwa disiplin adalah ruh dari pengabdian. “Kita tidak bisa bicara tentang kualitas pendidikan tanpa dimulai dari kedisiplinan. Guru dan Pegawai yang menerima penghargaan hari ini adalah teladan hidup bagi para sejawat dan siswa. Dedikasi mereka adalah bukti bahwa ‘Ikhlas Beramal’ bukan sekadar slogan, tapi tindakan nyata,” tegasnya.

Jon Mawardi dan Nasrul Fedri mengungkapkan bahwa rahasia konsistensinya adalah rasa syukur. “Bagi kami, datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas dengan rapi adalah bentuk syukur atas amanah sebagai ASN Kementerian Agama. Semoga penghargaan di HAB 80 ini menjadi pemacu semangat bagi rekan-rekan yang lain,” tuturnya.
Acara ditutup dengan prosesi pemberian sertifikat penghargaan di depan seluruh peserta upacara, menciptakan suasana haru sekaligus memotivasi bagi seluruh sivitas akademika MAN 2 kota Bukittinggi.
Pihak Madrasah berharap, pemberian penghargaan ini dapat terus memicu transformasi budaya kerja yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel di lingkungan Kementerian Agama, khususnya dalam menyongsong tantangan pendidikan di masa depan.Meneguhkan Disiplin dan Dedikasi (Yuli/Syafrial)
Berita Terkait :



Facebook Comments