FKUB Kota Pekanbaru dan Solok Selatan Kunjungi Kota Pariaman

pekanbaru
Pariaman, SUhaNews – FKUB Kota Pekanbaru dan FKUB Kabupaten Solok Selatan, secara bersamaan mengunjungi FKUB Kota Pariaman, Jum’at sore (8/10). Mereka diterima Walikota Pariaman, Genius Umar, di Balairung rumah Dinas Walikota, di Kelurahan Kampung Jawa II, Kecamatan Pariaman Tengah, 

Acara silaturrahmi dengan dua FKUB tersebut juga dihadiri oleh Asisten I, Yaminurizal, Kepala Kantor Kesbangpol, Nusirwan, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman, Miswan dan jajaran, Ketua FKUB Kabupaten Solok Selatan, Yusriadi, dan rombongan, Sekretaris FKUB Kota Pekanbaru, Dahlan Jamil dan rombongan, Ketua FKUB Kota Pariaman, Maswar dan jajaran.

Baca juga: FKUB Bukittinggi Survey Kelayakan Perubahan Status Musala Aqabah

FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

“Saya mengapresiasi  kedatangan FKUB Kota Pekanbaru dan FKUB Kabupaten Solok Selatan ini,” ujar Walikota Pariaman, Genius Umar.

Genius Umar menuturkan bahwa kedatangan dua FKUB secara bersamaan ini, sekaligus sebagai promosi pariwisata kepada delegasi mereka yang datang.

Delegasi FKUB Kota Pekanbaru, ada yang datang membawa keluarga besarnya, Hhal ini menjadi suatu berkah bagi Kota Pariaman dengan kedatangan FKUB dua daerah ini.

pekanbaru“Pluralitas kehidupan, khususnya kehidupan beragama, telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Sepanjang sejarah bangsa ini, pluralitas itu telah menunjukkan implikasinya yang positif, berupa sumbangan para pemeluk agama dan pemangku budaya bagi perjuangan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dan pelaksanaan pembangunan, guna terwujudnya bangsa Indonesia yang maju, damai dan sejahtera,” ungkap Genius Umar.

Di Kota Pariaman, jdelas Genius Umar, 99 persen penduduknya adalah muslim, hanya 1 persen yang beragama Kristen, tetapi kita hidup berdampingan satu dengan lainya, karena mereka telah membaur sejak lama dengan masyarakat Kota Pariaman.

BACA JUGA  Ditinggal Ikut Pilkada, 7 Kepala Daerah Disumbar Akan Dijabat PJS

“Ada guru yang mengajar di sekolah kita beragama kristen, dan hal itu tidak menjadi masalah bagi rekan sesama guru dan termasuk juga murid yang diajarkan, karena kita di Kota Pariaman menyadari arti toleransi yang sesungguhnya, bahkan ketika ada yang non muslim ditimpa musibah, kita bersama-sama dengan masyarakat untuk saling bantu,” tutupnya. (*)

Baca juga: FKUB 50 Kota Gelar Pembinaan Sadar Kerukunan di Muaro Paiti

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaTP PKK Tanah Datar Lakukan Verifikasi dan Kunjungan Lapangan
Artikel berikutnya28 Kg Ganja Dimusnahkan, Hendri Septa; Jangan Coba-Coba Edarkan Narkoba di Kota Padang