Jakob Oetama Tak Ingin Koran di Sumbar Mati

Jakob Oetama tak Ingin Koran di Sumbar Mati

catatan Yurnaldi (mantan wartawan Kompas)

Kompas punya perusahaan Pers Daerah (Pereda), yaitu perusahaan yang mengelola penerbitan koran dengan penyebaran di satu provinsi. Hampir di setiap provinsi Persda dengan nama ikon Tribun….. Di Riau Ade Tribun Pekanbaru, di Jambi ada Tribun Jambi, di Sumsel ada Tribun Sumsel selain Sriwijaya Post. Di Aceh ada Serambi Indonesia.

koran

Semuanya menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang luas biasa. Dengan brand Kompas-Gramedia, di mata pembaca menjadi jaminan mutu.
Lantas bagaimana di Sumbar? Manajemen Persda beberapa kali melakukan survei, dan memyimpulkan pasar pembaca koran di Sumbar masih bagus dan sangat prospektif.

Saya dapat informasi selain dari teman-teman Tribun di daerah, juga info dari teman di Jakarta, karena saya kala itu bertugas di kantor Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta. Bagi saya informasi ini ancaman bagi teman teman di Padang, Sumatera Barat.

Uda Basril Djabar, owner dan Pemimpin Umum Singgalang, saya kabari soal Tribun Padang akan masuk Sumbar. Tentang itu, tentu saja ini informasi yang mencemaskan dan ancaman “gempa besar” bagi pengusaha pers di Sumatera Barat. Kalau itu terjadi, Tribun Padang masuk Sumbar, bisa dipastikan koran koran perjuangan di Sumbar akan gulung tikar.

Uda Basril Djabar menyadari itu, dan segera minta bantuan saya untuk bisa bertemu dengan pendiri Kompas Jakob Oetama. Itu terjadi pasca gempa besar yang melanda Sumbar, tahun 2009.

Saya akan cari waktu yang pas kapan Pak JO, begitu keluarga Kompas memanggil Jakob Oetama, punya waktu untuk bisa menjamu Da Bas, panggilan Basril Djabar.

koran

Suatu kali, awal awal tahun 2010, saya sempat satu lift dengan Pak JO di gedung pusat Kompas Gramedia, Palmerah Selatan. Pak JO tujuan ke lantai 6, ruang kerjanya, sedang saya ke lantai 3, ruang kerja redaksi Kompas. Dalam kesempatan dalam lift itu, saya sampaikan sampaikan salam Dabas. Saya bilang, “Sahabat Bapak di Padang, PU Singgalang, Basril Djabar, kirim salam. Beliau juga minta waktu bertemu Bapak.”

BACA JUGA  Anggaran Jumbo Untuk Pemilu Tidak Demokratis

Dengan senyum Pak JO mengaku kenal sekali dengan Basril Djabar, karena sama sama tergabung di Serikat Penerbit Suratkabar (SPS). Pak JO saya dampingi sampai ketemu sekretaris beliau, sembari menjadwalkan waktu Pak JO bertemu Basril Djabar, pendiri Singgalang di Padang. ( Tunggu bentar dilanjutkan….)

Tulisan Yurnaldi lainnya :

 

Facebook Comments

Google News