Kabupaten Solok Gelar Bimtek Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

solok
Arosuka, SuhaNews – Dinas Sosial Kabupaten Solok melakukan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Rabu 3 Npvember 2021 di Ruang Solok Nan Indah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Solok diwakili Pj Sekda Medison, S,Sos,M,Si.,Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir, Pusdatin Kemensos RI Bambang Krido Wibowo,S.Kom,M.Si., Kadis Sosial Provinsi Sumbar diwakili Kabid Penanganan Fakir Miskin Drs.Suyanto, Plt Kadis Sosial Ir. Syoufitri, Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Solok, serta Operator DTKS Nagari dan Operator TKSK, Pendamping PKH dan Pejuang Muda Kemensos RI.

Baca juga: Dibuka Bupati Solok, Kepala SMP Ikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi

Plt Kadis Sosial Ir. Syoufitri mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengundang Narasumber dari Pusdatin Kemensos RI untuk memberikan sosialisasi dan pencerahan tentang pengelolaan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sekaligus bimbingan teknis kepada operator Data di Nagari dan pendamping program bantuan sosial.

“Dasar kegiatan ini adalah UU No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan sosial, UU No 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin dan peraturan Kemensos RI No 3 tahun 2021 tentang pengelolaan DTKS,” ujar Syoufitri.

Kegiatan ini digelar berdasarkan SKB 3 Mentri tahun 2020, Menteri Keuangan,  Mentri Dalam Negeri dan Mentri Sosial tentang dukungan percepatan pemutakhiran DTKS oleh pemerintah daerah kabupaten.

“Jika pemerintah kab/kota tidak melakukan pemutakhiran data akan berhimbas kepada DHU APBD,” jelas Syoufitri.

Kegiatan diikuti sekitar 200 orang, yang terdiri atas Operator Disdukcapil Kab Solok 2 orang, Operator data Nagari 74 orang, Wali Nagari se-Kab Solok 74 orang, TKSK 14 orang, pendamping PKH 15 orang, pejuang muda Kemensos RI 10 orang dan Operator Data Dinsos Kab Solok 11 orang.

BACA JUGA  Pengurus IA UMSB 2020-2024 Dilantik Wawako Bukittinggi

“Kita menghasirkan Narasumber dari Pusdatin Kemensos RI yakni Bambang Krido Wibowo,S.Kom,M.Si,” jelas Syoufitri.

Pj Sekda Medison mengatakan bahwa penanganan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Solok saat ini, sehingga pada tahun 2021 ini kita harus lebih focus, untuk mengupdate keberadaan data DTKS kita, sehingga kita bisa menyediakan data yang akurat dan mutakhir.

“Kita mengapresiasi sosialisasi dan bimtek ini karena selain sebagai forum untuk saling bertukar informasi juga sebagai media koordinasi terkait teknis pendataan dan pengelolaan data kemiskinan sebagai acuan bagi perencanaan pembangunan,” ujar Medison.

Data DTKS memiliki arti yang sangat penting, tambah Medison,karena dapat menentukan arah kebijakan pembangunan agar permasalahan kemiskinan dapat diatasi secara efektif.

“Dengan adanya sosialisasi dan bimtek ini diharapkan kita bisa mendapatkan penjelasan teknik peendataan dan verifikasi validasi serta pendataan melalui aplikasi SIKS-NG yang terpadu dari Pusdatin,” harap Medison.

Sekda berharap petugas  data dapat memasukkan profil dan data yang lebih akurat, karena data yang akurat lebih menjamin pemerataan dan keadilan pembangunan serta menjamin terpenuhinya hak warga miskin secara proporsional. (Wewe)

Baca juga: Bupati Agam Buka Bimtek Bagi Pelaku Industri Rumahan di Canduang Koto Laweh

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaGuru MTsN 1 Pasaman Berprestasi pada MTQ Korpri Sumbar
Artikel berikutnyaProdusen Riset Terbanyak, Perguruan Tinggi Didorong Hasilkan Paten