Kontak Dengan Alm. BI, 29 Warga Koto Baru Dinyatakan Negatif

1803
29
Arosuka, SuhaNews. Setelah hasil swab test 29 tenaga kesehatan RSUD Arosuka, Labor Fakultas Kedokteran Unand juga mengeluarkan hasil swab test 29 warga Koto Baru kec. Kubung Kab. Solok yang kontak langsung dengan almarhum BI. Hasilnya 29 warga nagari Koto Baru dinyatakan negatif Covid-19, sedangkan 3 orang lainnya dinyatakan inkonklusif dan harus dilakukan pemeriksaan ulang.

Informasi ini disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Solok dr. Maryeti Marwazi menerangkan kepastian itu didapat berdasarkan hasil swab test laboratorium fakultas kedokteran UNAND  yang dipimpin oleh Dr. dr. Andani Eka Putra, M. Sc yang keluar, Kamis (21/05) pagi ini.

“Hasil swab yang dilakukan di Kotobaru sudah keluar pagi ini dan Alhamdulillah dari 32 sampel yang kita kirim, 29 hasilnya negatif dan 3 orang inkonklusif,” kata Maryeti dalam pesan tertulisnya di whatsAap group Covid-19 Kabupaten Solok.

Maryeti menyebutkan, untuk warga dengan status ODP dengan hasil pemeriksaan Inkonklusif ini akan dilakukan pemeriksaan ulang oleh pihak laboratorium Unand.

Berita Terkait : Hasil Swab 29 dari 31 Tenaga Kesehatan RSUD Arosuka Negatif

Apakah nanti akan mengambil sampel swab ulang terhadap ketiganya, atau menggunakan sample yang dikirim sebelumnya.

“Kita berdo’a semoga untuk warga kita yang 3 orang ini, hasilnya juga negatif,” tulisnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas  percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Solok melakukan tracing dan pengambilan sample Swab terhadap 32 orang yang memiliki kontak erat dengan BI (69) PDP asal nagari Kotobaru yang meninggal di RSUD Arosuka.

Almarhum BI (69), laki-laki, pensiunan Pemko Solok, semula berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan telah dilakukan rapid tes dengan hasil negative. Namun sehari sebelum hasil Swab tes keluar, BI meninggal pada Kamis (14/5) saat pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Arosuka dan dimakamkan di pandam pekuburan keluarga.

29

Dari riwayat penyakit yang dialami BI. Pasien pernah dirawat di RS M Natsir Kota Solok, Semen Padang Hospital (SPH) dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Sebelumnya, BI juga pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes menunjukkan negatif.

Sehari berada di RSUD Arosuka,  Kamis  (14/5/2020) pagi, kondisi kesehatan pasien drop. Pasien BI direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi. Namun pihak keluarga meminta tidak diisolasi, dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test  dengan hasil negatif. Kelaluannya,  pasien akhirnya dirawat di Ruang Paru Interne.

Pada Sekira pukul 08.00 WIB, pasien BI akhirnya meninggal. Salah seorang dokter di RSUD Arosuka menganjurkan pengambilan sampel swab. Setelah dilakukan swab, pihak RSUD Arosuka menyimpulkan untuk penyelenggaraan jenazah dengan protokol Covid-19, namun pihak keluarga juga menolak.

Almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya,  berupa mantel plastik dan hanscoen (sarung tangan). Namun tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman Covid-19.

Pada Sabtu (16/5), tim gugus tugas Kabupaten Solok langsung melakukan tracing terhadap yang melakukan kontak erat langsung dengan BI, termasuk melakukan pengambilan sampel swab. Sebanyak 32 sample swab diambil di nagari Kotobaru dan 31 sample swab diambil dari petugas di RSUD Arosuka.

Sambil menunggu hasil swab keluar, Pemkab Solok menutup seluruh pelayanan di RSUD Arosuka, guna memutus matarantai penyebaran Covid-19 tersebut.

Dari hasil Swab yang dilakukan tersebut, untuk seluruh sample yang dikirimkan dari petugas RSUD Arosuka semua hasilnya diyatakan negatif Covid-19. Sedangkan dari 32 sample yang dikirim dari Nagari Kotobaru, 29 orang dinyatakan negatif, sedangkan 3 orang inkonklusif.

editor Moentjak sumber : Beritanda1.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...