Petugas Kesehatan Ditracing dan UJi Swab, RSUD Arosuka Ditutup Sementara

525
kembali
Arosuka, SuhaNews – Seluruh Layanan di RSUD Arosuka, Kab. Solok ditutup selama 10 hari ke depan, terhitung Sabtu (16/5/2020). Penutupan ini terkait dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di RSU ini dinyatakan positif covid-19. Sehingga petugas kesehatannya harus ditracing dan uji swab.

“Penutupan RSUD Arosuka ini tertuang dalam instruksi Bupati Solok nomor: 445/315/V/RSUD-2020,” ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam.

Bupati Solok H. Gusmal menjelaskan bahwa harus mengambil kebijakan menutup seluruh pelayanan kesehatan mulai dari IGD, Rawat Inap dan rawat jalan di RSUD Arosuka untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Solok.

“Penutupan ini terkait dengan adanya salah seorang pasien positif covid-19 yang meningggal di RSUD Arosuka,” jelas Gusmal, Minggu (17/5) di Arosuka.

Berita Terkait : RSUD Arosuka Ditutup Sementara, Pasien Dipindahkan ke RSU M. Natsir

Sebelumnya, dirawat dan meninggal di RSUD Arosuka, jelas Gusmal, PDP ini pernah dirawat di RS M Natsir Kota Solok, dan Semen Padang Hospital (SPH).

Yang bersangkutan masuk RSUD Arosuka pada Rabu (13/5). PDP berjenis kelamin laki-laki meninggal pada Kamis (14/5), Sementara hasil Swabnya keluar pada Jumat (15/5), atau sehari setelah meninggal.

“Pensiunan ASN Pemkot Solok, pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan dua kali hasil tes, negatif,” ujar Gusmal didampingi Syofiar Syam.

Karena kondisi memburuk sepulang dari Semen Padang Hospital, ia kembali menjalani perawatan di RSUD Arosuka. Rencananya akan dilakukan operasi pengeluaran cairan pleura. Namun sebelum operasi dilakukan PDP  meninggal dunia.

Tracing dan Swab Test

Sebanyak 31 orang petugas di RSUD Arosuka ditracing dan diambil sampel untuk dilakukan test Swab,” jelas Syofiar Syam.

Mereka yang ditracing dan diuji swab, terdiri atas dokter, perawat hingga petugas lainnya. Karena begitu banyak yang ikut melakukan penanganan terhadap pasien.

“Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 itulah, penutupan RSUD Arosuka dilakukan sementara waktu,” ujar Bupati Gusmal.

Selain melakukan tracing dan uji swab terhadap petugas kesehatan di RSUD Arosuka, juga dilakukan terhadap ASN lainnya di lingkup Pemkab Solok, serta warga lainnya yang pernah kontak dengan PDP yang meninggal ini.

“Gugus Tugas Covid-19  sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area rumah sakit,” jelas Gusmal.

Pasien yang dirawat di RSUD Arosuka untuk sementara dipindahkan ke RSU Mohammad Natsir dan RST Solok.

“Penutupan RSUD Arosuka ini dilakukan sampai hasil tes swab petugas keluar,” ujar Bupati Gusmal.

Sementara,  petugas yang kontak langsung dengan pasien, papar Bupati, menjalani karantina di Convention hall Alahan Panjang, hingga hasil test Swab keluar.

Sedangkan petugas yang tidak kontak langsung, diminta untuk Work From Home (WFH) dengan tetap memperhatikan protokol penanganan Covid-19.

“Direktur RSUD Arosuka diharapkan melaporkan kasus dan keadaan secara real time perkembangan covid-19 di kabupaten Solok,” harap Gusmal.

“Tim melakukan tracing dan mengambil sampel test Swab bagi yang kontak langsung, termasuk dari pihak keluarga,” ujar Bupati Solok.

“Setidaknya  sebanyak 27 sampel dari lingkungan keluarga sudah dilakukan uji Swab,” tambah Syofiar Syam.

Jika hasil swab terhadap riwayat terkontak langsung dengan keluarga pasien ini ada yang positif, trcing akan dilanjutkan kepada level 2.

Kalau sudah masuk level 2,  ada kemungkinan akan lebih banyak lagi yang akan ditracing dan diuji swab.

Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Solok bersama satgas efektif nagari juga melakukan penyemprotan disinfektan di rumah keluarga almarhum dan fasilitas umum lainnya seperti Mesjid,  dan lingkungan di sekitarnya. Wewe

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...