KPN Tuah Sepakat Beralih ke Koperasi Syariah Mulai Juni 2020

225
kp
Batusangkar, SuhaNews – Koperasi Pegawai Negeri Tuah Sepakat (KPN-TS) akan beralih menjadi Koperasi Syariah pada Juni 2020 ini. KPN-TS  sudah berdiri semenjak tahun 1980.

“Dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan) tahun buku 2019 anggota KPN-TS setuju untuk menjadi Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah atau disingkat USPPS,” ujar Ketua KPN-TS Masni Yuletri saat Sosialisasi Koperasi Syariah di Aula Eksekutif Kantor Bupati, Sabtu (16/5/2020).

“Walau dalam kondisi wabah Covid-19 pengurus KPN-TS tetap berusaha untuk melangkah ke arah itu,” ujar Masni Yuletri.

Hari ini, jelas Masni Yuletri, dilakukan sosialisasi dengan narasumber bapak Syukri Iska yang merupakan ketua MUI Tanah Datar, sekaligus dosen di IAIN Batusangkar.  Diharapkan bisa diperoleh informasi tentang koperasi syariah.

kp
Masni Yuletri

“Ada beberapa poin penting yang mendorong KPN-TS bertekad menjadi Koperasi Syariah,” ujar Masni.

Pertama, untuk menjalankan syariat Islam, mendukung landasan Tanah Datar sebagai daerah ABS-SBK. Kkemudian karena keinginan anggota, arahan para petinggi dan pihak lainnya.

“Sesuai tujuan koperasi untuk memajukan kesejahteraan anggota, maka tentu keinginan yang baik ini harus kita wujudkan, dan Insya Allah pada Juni 2020 nanti resmi kita laksanakan transaksi dengan pola syariah,” katanya.

Setelah beranjak menjadi koperasi syariah, jelas Masni, KPN-TS yang merupakan USPPS mempunyai beberapa produk, yaitu Produk Simpanan yang dibagi menjadi Simpanan dengan Akad Wadiah (penitipan barang atau uang). Kemudian Simpanan Akad Mudharabah yaitu Simpanan Sukarela, dan Simpanan Berjangka Mudharabah dalam waktu 3 bulan, 6 bulan sampai setahun lebih sesuai kesepakatan anggota.

“Ada produk Pembiayaan, dibagi juga beberapa poin,” jelas Masni.

Pembiayaan prinsip bagi hasil, yang juga terbagi atas Mudharabah dan Musyarakah. Kemudian pembiayaan dengan prinsip Jual Beli, terbagi atas Murabahah, Istishna dan salam. Dilanjutkan dengan pembiayaan prinsip sewa yang terbagi atas Ijarah dan Ijarah Muntahiya Bittamlik.

kp
Syukri Iska

Produk lainnya, papar Masni, pengelolaan ZISWAF (Baitul Maal) yang singkatan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf yang dimulai dari menghimpun, memungut, mengembangkan, memelihara hingga menyalurkan. Produk terakhirnya adalah Pinjaman Murni atau Qodrul Hasan.

Sementara itu Syukri Iska dalam paparannya menyampaikan berbagai sudut pandang koperasi sampai bank konvensional.

“Saya sangat mendukung keinginan untuk menjadi koperasi syariah, namun langkah konkritnya adalah dengan menghilangkan pola uang jasa atau bunga dalam transaksi utang piutang, karena dalam Islam dikatakan Riba,” ujar Ketua MUI Tanah Datar ini.

Dalam proses menjadi koperasi syariah, jelas Syukri Iska,  membutuhkan proses, waktu dan dukungan semua pihak terutama dari anggota.

“Semoga niat baik ini terwujud hendaknya, karena dengan dukungan kita semua Insya Allah kita akan bisa mencapai itu semua, selamat bekerja dan selamat berjuang untuk menjadi Koperasi Syariah,” tukas Syukri Iska.

Reporter: Dajim     Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...