SuhaNews – Dari 418 jemaah haji kloter 13 Embarkasi Padang yang berasal dari Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto dan Kota Padang, lebih dari separohnya berusia lanjut (lansia).
Petugas kesehatan Kloter 13 PDG, dr.Nina TKHK dan perawat Sri Maryenti yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Jua Gaek secara berkala melakukan pengecekan kesehatan seluruh jemaah. Begitu pula jika ada jemaah yang mengeluh langsung ditangani.
Dalam pelayanan ini, para petugas kesehatan ini juga berkoordinasi dengan PPIH Kesehatan Daker Makkah untuk melaporkan kondisi kesehatan jemaah.
“Karena jemaah kita banyak lansia, sampai saat ini yang banyak ditemukan adalah penurunan kondisi fisik yang menurun setelah perjalanan panjang dari tanah air kesini,” ujar Sri Maryenti yang mendampingi dr. Nina melakukan pemeriksaan. lansiaÂ

Dia menyebutkan, petugas selalu menyarankan jemaah untuk menjaga kebugaran fisik jangan memaksakan diri untuk ke Masjidil Haram setelah selesai umrah wajib. Himbauan ini senada dengan yang disampaikan oleh PPIH. Sulman | Fendi
Berita Terkait :Â
- Subuh di Hotel, Jemaah Haji Kloter 13 PDG Ikuti Tausiah DR. Rahmat Hidayat
- Ketika Orang Solok Bertemu di Makkah dalam Kapasitas Berbeda
- Sarapan pagi di Makkah, Jemaah Haji Solok / Kloter 13 PDG Nikmati Udara Tanah Suci
- Magrib di BIM, Jemaah Haji Kabupaten Solok Sampai di Jeddah Jelang Subuh
- Haji 2025, Sikembar dan Sibungsu yang Jadi Jemaah Haji Termuda
- Lambaian Tangan Masyarakat Kab. Solok Lepas Jemaah Haji ke Tanah Suci
- Jelang Keberangkatan Jemaah Haji Kab. Solok, Ini Himbauan Kakan Kemenag
- Kemenag Kab. Solok Persiapkan Keberangkatan Jemaah Haji 2025
- Operional Bus Shalawat Dihentikan Pukul 07.00 WAS, Jemaah Diimbau Solat Dihotel
- PPIH Siapkan Bus Shalawat untuk Jemaah Haji ke Masjidil Haram
- Gantikan Ibunya, Gadis 18 Tahun jadi Jemaah Haji Termuda
- Kemewahan Bus Miyor Holiday Manjakan 182 Jemaah Haji Kab. Dharmasraya



Facebook Comments