LPMP Sumbar Sosialisasikan Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Solok

program
Solok, SuhaNews – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar menggelar sosialisasi Program Sekolah Penggerak kepada kepala SD dan SMP, pengawas dan penilik PAUD di Kabupaten Solok, Selasa (27/7) di SMPN 3 Gunung Talang.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Solok, H. Zainal Jusmar ini diikuti oleh 50 peserta. Sementara sosialisasi diberikan oleh LPMP yang terdiri atas Dr. Yenita Irawati, Salmawilis dan Maya.

“Saat  ini baru empat kabupaten/kota di Sumbar yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP),” jelas Yenita Irawati.

Baca juga: LPMP Sumbar Gelar Pelaksanaan Kemitraan dan Implementasi Program Kerjasama

Daerah yang sudah melaksanakan PSP yakni Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Agam dan Lima Puluh Kota. Sementara 14 kabupaten/kota lainnya masih dalam tahap sosialisasi PSP. Diharapkan semua daerah bisa melaksanakan PSP ini.

“Komitmen Pemerintah Daerah menjadi kunci utama kesuksesan PSP ini,” tambah Irawati.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Zainal Jusmar berharap kepala sekolah bisa mengikuti seleksi sekolah penggerak ini. Karena syarat utama Sekolah Penggerak terletak pada kepala sekolah. Kepala sekolah harus lulus seleksi.

Sebagai gambaran, jelas Zainal Jusmar, saat ini 34 kepala SD yang dijalankan oleh PLT (pelaksana tugas dan ada empat SMP yang juga dijalankan oleh PLT.

“Kita berharap dengan adanya PSP ini, maka kualitas pendidikan di Kabupaten Solok semakin baik,” harap Zainal Jusmar.

Banyaknya sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas, jelas Zainal Jusmar, karena tidak adanya stok atau kepala sekolah yang memiliki NUKS, sementara syarat kepala sekolah harus memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah).

“Kita akan melakukan seleksi kepala sekolah dan diprogramkan memiliki NUKS atau mengikuti diklat,” jelas Zainal Jusmar.

BACA JUGA  Gebrak Masker, Gubernur Bagikan Ribuan Masker di Danau Cimpago

Semoga tujuan akhir dari PSP ini bisa terwujud yakni memili hasil pembelajaran di atas level yang diharapkan, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan. Di samping itu pembelajaran berpusat pada murid dan adanya refleksi diri dan pengimbasan program sekolah penggerak ini. (Wewe)

Baca juga: LPMP Sumbar Gelar Rakor Singkronisasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPemkab Pesisir Selatan Perbaiki Jembatan Ambruk di Nagari Binjai Tapan
Artikel berikutnyaWalikota Sawahlunto, Deri Asta Temui Balai Teknik Perkeretaapian Sumbar