MTsN 2 Bukittinggi Gelar Lokakarya

Bukittinggi, SuhaNews. Menghadapi kegiatan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2020/2021, MTsN 2 Bukittinggi menggelar kegiatan Lokakarya bagi pendidik dan tenaga kependidikan Kamis (16/7) yang digelar selama dua hari

Kepala MTsN 2 Bukittinggi, Fakhri dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kankemenag Bukittinggi didampingi Kasi Penmad yang bersedia hadir memberikan arahan sekaligus membuka lokakarya MTsN 2 tersebut secara resmi.

“Pelaksanaan Lokakarya ini dilakukan selama 2 hari di ikuti 66 orang peserta tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan MTsN 2 Bukittinggi. Mudah-mudahan hasilnya nanti bisa kita implementasikan di masa New Normal ini,” katanya dalam sambutan.

Selanjutnya Fakhri melaporkan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berdasarkan pada Perdirjen dan Surat Keputusan Empat Menteri Terkait Pembelajaran di masa New Normal. Tentunya kita berharap para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga mendapatkan hasil seperti yang kita inginkan bersama dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik,” tuturnya

Dalam arahannya Kepala Kankemenag Bukittinggi H. Kasmir  memberikan apresiasi yang mendalam terhadap pelaksanaan lokakarya tersebut, karena lokakarya menjadi momen penting dalam menyusun rencana pembelajaran kedepan. Terutama dalam menghadapi pembelajaran dimasa pandemi covid -19.

“Lokakarya tahun pelajaran 2020/2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kita masih berada dalam masa pandemi covid -19, maka produknya harus menjawab kebutuhan model pembelajaran secara daring. ada beberapa langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang bertumpu pada lima pilar pendidik dalam melaksanakan pembelajaran,” jelasnya.

Lima pilar tersebut beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, Learning To Know (belajar untuk mengetahui), Learning To Do (belajar untuk melaksanakan sesuatu), Learning To Be (Belajar untuk menjadi apa) dan Learning To life To Gethar (Belajar untuk hidup bersama).

mtsn

“”Profesional tersebut harus mempunyai Skill di bidangnya, dan Up To Date serta pintar yang punya etika dengan. Ciri-ciri profesiona lialah memiliki kemampuan yang tinggi, memiliki kode etik dan tanggung jawab dan mempunyai jiwa pengabdian yang tinggi,” paparnya lagi.

BACA JUGA  Dedi Wandra : 4 Manfaat Kurikulum Berbasis Cinta

Dikatakan Kasmir, ada beberapa manfaat lokakarya yang bisa kita petik yaitu menjadi ajang untuk memberdayakan potensi pendidikan dan tenaga kependidikan. Kedua, menambah wawasan peserta, sehingga mampu menciptakan kreasi dan inovasi pembelajaran yang akan diterapkan jarak jauh atau secara daring. Ketiga, menghasilkan produk untuk kemajuan lembaga kedepan. Keempat, menyatukan visi dan misi lembaga, papar Kasmir

“Ada enam hal yang di perlukan dalam menyusun kreatiftas yaitu penanaman Visi, Ciptakan Suasana yang mendukung Kualitas, Kerjasama dengan Lembaga-lembaga lain, Aktifkan BP, Pembiasaan dan Integrasikan dalam proses belajar mengajar. Sekarang mendidik melalui guru pengerak untuk ciptakan murid yang berkualitas,” tuturnya

reporter : Yal editor : Moentjak

Baca juga :

Facebook Comments

Google News