Oknum Petugas Check Point Akhirnya Minta Maaf Kepada Ketua KPU Sumbar

Oknum Petugas Check Point Akhirnya Minta Maaf Kepada Ketua KPU Sumbar
Ketua KPU Sumbar Amnasmen aat menjalani pemeriksaan di check point PSBB Lubuk Peraku.
SuhaNews. Rita Sumarni, Oknum Petugas check point PSBB Lubuk Paraku Kota Padang yang sempat viral karena postingannya di medsos dan perlakuan kurang menyenangkannya terjadap Ketua KPU Sumbar, Amnasmen, akhirnya minta maaf.

Dilansir oleh Sumbar.IndekNews.com, permintaan maaf dilakukan oleh oknum bernama Rita tersebut, Senin (15/6)

“Saya mintak maaf kepada seluruh masyarakat terutama Ketua KPU Sumbar karena telah menyuruh untuk putar balik. Itu semua saya lakukan hanyalah karena tugas,” ujarnya, Senin (15/6).

Sebelumnya oknum bernama Rita sempat dilaporkan ke Polda Sumbar, terkait Pasal 95A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 karena telah menyebarluaskan data pribadi seseorang di sosial media.

Kejadian viral oknum satgas posko Covid-19 Lubuk Paraku, Kelurahan, Kecamatan Lubuk Kilangan terjadi pada Rabu 13 Mei 2020 lalu itu, sempat bersikeras untuk tidak mau minta maaf kepada pihak terkait (Amnasmen).

BERITA TERKAIT :

“Saya tidak gentar, silahkan saja laporkan, saya bekerja atas SOP. Saya punya pimpinan, saya juga tidak sendirian. Saya minta bantu kepada pak Wali, juga sama pak Kalaksa. Saya sudah terbiasa dengan hal seperti ini, sudah makan asam garam saya,” ujarnya pada sabtu (16/5) lalu.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga menyatakan permintaan maaf kepada semua pihak dan masyarakat, apabila selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terdapat kekhilafan atau hal yang tidak pada tempatnya.

“Seperti adanya sebuah kejadian di Posko Covid-19 Perbatasan Lubuk Paraku beberapa minggu yang lalu akhirnya berbuntut terjadinya perselisihan antara Wakil Komandan Posko (Wadanpos) Covid-19 Lubuk Paraku Rita Sumarni dengan Ketua KPU Sumbar Amnasmen.Sekali lagi, atas nama Pemko Padang kami juga menyampaikan permintaan maaf,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul.

BACA JUGA  Camping, Cara Lain Menikmati Indahnya Danau Talang Kab. Solok

Pasalnya, selama PSBB diterapkan, beberapa aturan terkait pembatasan dilakukan di tengah kehidupan masyarakat. Termasuk membatasi pergerakan orang yang masuk ke Kota Padang pada beberapa pintu masuk perbatasan.

Seperti diketahui, penerapan PSBB di Padang sejalan dengan kebijakan Gubernur Sumbar tentang PSBB yang sudah mendapat rekomendasi dari Kemenkes dengan keluarnya Pergub Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan Virus Corona atau Covid-19 di Sumbar.

Hal itu dilakukan mulai semenjak 22 April sampai 5 Mei 2020 dimana Pemprov Sumbar menetapkan PSBB untuk seluruh wilayah Sumbar. Dan hal itu pun ditindaklanjuti oleh Pemko Padang berupa penerapan PSBB untuk Kota Padang yang dilanjutkan ke tahap 2 dan 3 sampai berakhir pada 7 Juni 2020 yang lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang dan secara pribadi dan lembaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Selama pelaksanaan PSBB di Padang, ada aturan yang membuat masyarakat tidak nyaman.

“Ini murni kita lakukan untuk memerangi wabah Covid-19 di Kota Padang,” kata Amasrul kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020).

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumya197 Sapi di UPTD Ternak Ruminansia Pasaman Barat Mati
Artikel berikutnyaTinjau Gudang Bulog, Polres Solok Segera Salurkan Bantuan Tahap 2