Pertemuan di Malalo MGBK SMP Tanah Datar Bahas Kurikulum Merdeka sambil Wisata

Pertemuan di Malalo MGBK SMP Tanah Datar Bahas Kurikulum Merdeka sambil Wisata
foto : Senja Rahmayona
Malalo Suhanews – Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP se Kabupaten Tanah Datar menggelar pertemuan di SMPN 2 Batipuh Selatan, Malalo Senin (25/7), salah satu agendanya mempersiapkan implementasi kurikulum merdeka sekaligus mengenal potensi pariwisata yang ada di pinggir danau Singkarak ini.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Andra Mairoza Calon Guru Penggerak Kabupaten Tanah Datar Angkatan 4dengan basan pembelajaran berdiferensiasi, dan dihadiri oleh perwakilan Koordinator MGBK Elyandi S.Pd dan perwakilan tuan rumah Damrizal, S.Pd yang sama-sama kepala sekolah yang berasal dari guru BK.

Andra Mairoza menyampaikan pembelajaran berdiferensiasi BK dalam proses kegiatan layanan disusun berdasarkan hasil pemetaan profil belajar siswa yang terdiri dari 3 aspek yakni antara lain: Pemetaan kebutuhan siswa berdasarkan kesiapan belajar, Pemetaan kebutuhan siswa berdasarkan minat, Pemetaan kebutuhan siswa berdasarkan gaya belajar.

RPL BK berdiferensiasi secara umum sama seperti yang kita buat selama ini tetap berpedoman pada POP BK Tahun 2016 dan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Isinya antara lain bahwa komponen Inti dalam penyusunan RPL yang harus ada diantaranya adanya tujuan layanan, langkah-langkah kegiatan layanan dan evaluasi layanan yang wajib dilaksanakan oleh guru BK, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.

Perbedaan RPL BK berdiferensiasi hanya terletak pada langkah-langkah layanan terutama pada tahap inti atau Aspek Kebutuhan Belajar Siswa. Kebutuhan belajar siswa dapat dikategorikan berdasarkan 3 aspek. Ketiga aspek tersebut yaitu Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan siswa akan membawa siswa keluar dari zona nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru tersebut.

BACA JUGA  Tambah 2 Lagi, Berikut Data 13 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Posiif Covid-19

Yang kedua minat siswa, dimana siswa memiliki minat yang berbeda, ada siswa yang minatnya sangat besar dalam bidang seni, matematika, sains, drama, memasak, dsb. Minat adalah salah satu motivator penting bagi siswa untuk dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran. Mempertimbangkan minat siswa dalam merancang pembelajaran memiliki tujuan untuk membantu siswa menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan keinginan mereka sendiri untuk belajar siswa, menunjukkan keterhubungan antara semua pembelajaran menggunakan keterampilan atau ide yang familiar bagi siswa sebagai jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang kurang familiar atau baru bagi mereka, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

Yang ketiga profil belajar siswa, terkait dengan banyak faktor, seperti: bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu juga akan berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara natural dan efisien. Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita sendiri.

Padahal kita tahu setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Memiliki kesadaran tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka. Penting juga untuk diingat bahwa kebanyakan orang lebih suka kombinasi profil. Beberapa yang harus diperhatikan antara lain :Visual: belajar dengan melihat (diagram, power point, catatan, peta, grafik organisator). Auditori: belajar dengan mendengar (kuliah, membaca dengan keras, mendengarkan musik). Kinestetik: belajar sambil melakukan (bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on, dansebagainya).

Berdasarkan pemaparan mengenai ketiga aspek dalam mengkategorikan kebutuhan belajar siswa tersebut, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk mengoptimalkan layanan BK dan tentunya dengan hasil dari pemetaan siswa diperlukan layanan yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

BACA JUGA  Layanan IGD RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar Ditutup Sementara

Layanan BK berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar siswa dan bagaimana guru BK merespon kebutuhan belajar tersebut. Dengan demikian, guru BK perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar dengan lebih komprehensif, agar dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar siswa.

Teknik pemetaan dilakukan dengan menggunakan asesmen baik tes maupun non tes untuk mengkategorikan ketiga aspek kebutuhan belajar yakni kesiapan belajar, minat dan gaya belajar. Dalam RPL BK ketiga aspek ini nantinya dimasukkan ke tahap inti dalam kegiatan layanan. Andra

Berita Terkait :

pertemuan pertemuan pertemuan pertemuan pertemuan pertemuan 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakBukittinggi Peringati Hari Keluarga ke 29 Tahun 2022
Artikulli tjetërBupati Dapati Kelas Tanpa Guru Saat Kunjungi SMPN 5 Batusangkar