SAGASAJA Antarkan Anak Petani Kota Pariaman Kuliah di Politeknik Negeri Padang

sagasaja
Susi Sepriani
Pariaman, SuhaNews – Susi Sepriani (21) bahagia luar biasa, berkat Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGASAJA) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pariaman sejak Tahun 2018, ia bisa mengecap bangku kuliah di Politeknik Negeri Padang (PNP).

“Alhamdulillah, saya sudah pada semester akhir PNP dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik,” ujar Susi Sepriani.

Tahap pertama program SAGASAJA,  ada 10 orang putra putri terbaik Kota Pariaman yang dikuliahkan di Perguruan tinggi yang dibiayai setiap semesternya.

Baca juga: Walikota Pariaman Serahkan Beasiswa untuk Program Saga Saja

“Alhamdulillah berkat program unggulan Pemko Pariaman SAGASAJA, saya bisa kuliah hingga sekarang sudah memasuki semester akhir perguruan tinggi,” terang Susi.

Ia mengakui bisa melanjutkan pendidikan di PNP dengan jurusan D3 Bahasa Inggris melalui program SAGASAJA. Selain uang kuliah tunggal (UKT) ia juga menerima uang saku Rp500 rb/bulan,

Awalnya, papar Susi, ia mengetahui program SAGASAJA ini dari pihak desa. Desa memberikan informasi bahwa ada program SAGASAJA untuk warga Kota Pariaman yang kurang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Setelah semua proses dan persyaratan dipenuhi, ia  mengikuti ujian masuk PNP didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman.

Anak tertua dari tiga orang bersaudara yang tinggal di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, ini tidak menyangka akan bisa lanjut ke perguruan tinggi karena melihat kondisi keluarga yang kurang mampu.

Dua orang adiknya masih sedang duduk dibangku SMP dan balita. Mereka masih membutuhkan biaya. Sementara kedua orang tua bekerja sebagai petani.

“Melalui program SAGASAJA ini, saya kuliah dan bertahan bahkan saat ini sudah berada di semester akhir,” ujarnya senang.

BACA JUGA  Dinas Dukcapil Launching Inovasi Semakin Sedap dan Kak Tika

Sejak awal bergabung selalu mendapatkan Indeks Prestasi diatas 3. Hal itu yang membuat, saya lebih bersemangat karena masih terus dibantu oleh Pemko Pariaman.

Itu memang aturannya, apabila nilai menurun maka bantuan untuk sementara distop sampai IPK kembali naik. Untuk semester satu 3,58, semester dua 3,48, semester tiga 3,71, semester empat 3,76 dan Semester enam 3,88.

Untuk mempertahankan dan meningkatan nilai tersebut, anak dari pasangan Zulpen Lubis yang bekerja sebagai petani dan Neliawati sebagai ibu rumah tangga ini punya trik tersendiri.

Setiap malam, jelas Susi, ia selalu belajar. Saat libur kuliah ia membantu ayah ke ladang. Apabila ada tugas dari dosen, ia akan mengerjakan dari awal.

Baca juga: Tuban, Balongan, Rokan, Balikpapan Sasaran Beasiswa Pertamina Sobat Bumi

Bantuan lain yang ia peroleh yakni magang di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman. Salah satunya untuk kuota belajar sampai saat ini sudah digratiskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Saya bertekad akan membantu keluarga nantinya untuk membiayai adik-adik sehingga mereka juga bisa lanjut keperguruan tinggi tanpa mengharapkan bantuan SAGASAJA,” tekad Susi.

Walikota Pariaman Genius Umar telah menjadikan SAGASAJA menjadi salah satu program unggulan di masa kepemimpinannya.

“Semoga program SAGASAJA ini menjadi penyemangat bagi pelajar Kota Pariaman yang kurang  mampu atau tidak punya biaya untuk kuliah. Jangan putus asa dan tetap semangat, terus berjuang dan gapailah cita-cinta,” ujar Genius Umar. (*/We)

Baca juga: Bupati Agam Akan Perjuangkan Beasiswa S2 bagi Guru

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSafari Ramadhan ke Masjid Tauhid, Wako Fadly Amran Sampaikan Program Beasiswa
Artikulli tjetërSalat Ghaib untuk Prajurit KRI Nanggala 402 oleh MTsN 1 Solok