Salah Edit Soal Agama, Rosmalini Menyampaikan Maaf

Rosmalini (baju biru) saat menyampaikan permohonan maaf atas masalah soal ujian agama di kec. Junjung Sirih.

Solok, SuhaNews. Bertempat di Kantor Polsek Junjung Sirih, Sabtu (14/12) digelar permintaan maaf terbuka oleh Rosmalini terkait masalah soal ujian agama SD yang heboh sejak Rabu (11/12) di media sosial.

Ikut mendampingi Rosmalini dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Solok H. Zulkisar, Ketua MUI Kab. Solok yang diwakili oleh H. Elyunus, Camat Junjung Sirih Herman, S.Sos, Kapolsek Junjung Sirih Iptu Satrialis, SH dan Korwil Pendidikan Kec. Junjung Sirih Gusnilendra.

Hadir pula Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kab Solok Dafrizal, dari Kesbangpol Kab. Solok Riswanto, Kasi Politik,  pengurus MUI Kab. Solok, Ketua MUI Paninggahan Drs. Suardi. B, para kepala SD dilingkup Korwil Pendidikan Kec. Junjung Sirih dan undangan lainnya.

Diawali dengan hantaran kata dari Kepala Disdikpora H. Zulkisar yang mengatakan bahwa sejak masalah ini mencuat pihaknya telah menyikapi pada hari itu juga. Dimulai dengan memutuskan bahwa ujian untuk mata pelajaran tersebut dibatalkan hingga mengumpulkan keterangan dari para pihak terkait.

Selain itu pihak Dinas juga mengumpulkan semua pihak terlibat dalam masalah ini, mulai dari pembuat soal, editor, korwil kecamatan bersama Kabid SD di Disdikpora. Secara lintas sektoral juga telah dibangun komunikasi dengan Kepolisian, MUI dan Kementerian Agama.

Ujungnya adalah pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis (12/12) di Arosuka yang dihadiri oleh semua pihak sebagai disebutkan tadi. Dari pengakuan pihak-pihak terkait terutama ibuk Rosmalini dan pendalaman oleh semua pihak, memang masalah ini bukan disengaja dan lebih pada unsur kelalaian.

“Maka untuk melihat putiah hati bakaadaan, maka hari ini dengan difasilitasi oleh Polsek Junjung Sirih kita liha pula keikhlasan beliau menyampaikan maafnya,” tutup H. Zulkisar.

Surat Pernyataan Permintaaf Maaf Rosmalini atas kesalahan edit soal agama SD di Kec. Junjung Sirih

Rosmalini yang diberi kesempatan bicara, dengan terbata-bata menyampaikan permohonan maaf yang karena kelalaiannya menimbulkan keresahan pada umat Islam serta beragam rekasi yang timbul atas kejadian ini.

“Tak ada maksud saya untuk mencela dan menistakan Nabi Muhammad SAW, semua yang terjadi dalam proses pengeditan soal murni kekhilafan dan kelalaian saya. Untuk itu atas nama pribadi saya mohon maaf pada seluruh umat Islam, masyarakat Kabupaten Solok dan pihak-pihak serta lembaga yang mengikuti permasalahan ini,” urai Rosmalini disela isaknya.

Rosmalini berjanji akan menjadikan ini sebagai pelajaran dalam tugasnya kedepan, semoga ini tak terulang lagi. Tak lupa ia berterima kasih pada semua pihak yang telah peduli akan masalah ini.

H. Elyunus selaku Sekum MUI Kabupaten Solok mengatakan bahwa pihaknya telah mendalami, mempelajari dan mengkaji permasalahan ini. Selain bukti-bukti yang ada mulai dari konsep awal sampai dengan soal yang beredar termasuk juga berdialog dengan pihak terkait, disepakati bahwa kejadian ini berasal dari kelalaian dan kekilafan.

H. Elyunus menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman tugas dan karakter yang bersangkutan, rasanya sangat riskan kalau ini menjadi suatu kesengajaan apalagi untuk maksud dan tujuan penistaan Islam.

“Untuk itu setelah melihat kesungguhan ibuk Rosmalini menyampaikan permintaan maafnya, mari kita semua membuka hati dan mata untuk memaafkan. Dengan harapan setelah pertemuan ini tak ada lagi persoalan dan penggiringan opini yang dapat menimbulkan keresahan umat,” sebut H. Elyunus.

Tokoh dari berbagai unsur menghadiri pernyataan maaf terbuka Rosmalini atas soal ujian agama SD di kec. Junjung Sirih.

Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan hari banyak pihak dari berbagai lembaga yang menyaksikan dan melihat langsung pernyataan maaf Rosmalini sebagai bukti pengakuan khilafnya, apabila nanti ini maka yang hadir ini akan menjadi saksi nantinya.

H. Elyunus mengajak kejadian ini menjadi pengingat kita bahwa kita di Sumatera Barat yang menganut Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah benar adanya. Kala Panutan kita terusik, kita semua bergejolak. Namun kini telah berakhir, mari kita ciptakan lagi keharmonisan dan ketentraman dalam masyarakat.

Menutup keterangannya H. Elyunus juga berharap setelah masalah ini selesai tak ada lagi riak di masyarakat. Sedangkan untuk administrasi kepegawaian kita serahkan pada Disdikpora untuk menjalakan tugasnya pula. Terima kasih pula disampaikan MUI kepada Polres Solok dan Polsek Junjung Sirih yang telah ikut mengawal masalah ini dan berharap masaah ini berakhir tuntas hari ini. Diujung penutupnya H. Elyunus memimpin doa yang diamini oleh hadirin.

Rosmalini bersama Kadis Dikpora, Camat Junjung Sirih, Pengurus MUi Kab. Solok dan Kapolsek Junjung Sirih usai penyampaian maafnya

Kapolsek Junjung Sirih Iptu Satrialis yang ditemui usai acara juga mengapresiasi respn cepat semua pihak atas masalah ini. Termasuk kooperatifnya pihak-pihak terkait sehingga Kepolisian dapat mengawalnya dengan baik.

reporter : Lim  editor : Moentjak

Berita Terkait :

Dinas Dikpora Klarifikasi masalah Soal Ujian Yang Dianggap Melecehkan Nabi Muhammad SAW

Disdikpora Panggil Pihak-Pihak Terkait Soal Ujian Menghebohkan

Soal Ujian Lecehkan Nabi Muhammad Beredar, Disdikpora Kab. Solok Ambil Sikap

 

Facebook Comments

loading...