Limapuluh Kota, SuhaNews- Classmeeting yang digelar OSIM MTsN 1 Limapuluh Kota keluar dari zona biasa. Menuju zona luar biasa, madrasah ini menggelar ajang Saliko’s Got Talent pada 7 hingga 12 Desember 2023 di Aula Terbuka madrasah tersebut.
Classmeeting adalah ajang yang mempertemukan siswa antar kelas dalam bentuk perlombaan atau pertandingan. Sebagai agenda rutin tahunan, Classmeeting menjadi salah satu ajang mengekspresikan bakat dan minat siswa. Selain itu, kegiatan classmeeting juga agenda yang merilekskan pikiran siswa setelah mengikuti ujian semester. saliko saliko saliko saliko
Saliko’s Got Talent menghadirkan berbagai perlombaan yang dapat mengasah bakat dan minat siswa dalam bidang seni, dimana masing-masing kelas, di bawah komando Wali Kelas, harus mengirim 1 orang utusan atau 1 grup. Inilah yang dimaksud dengan keluar dari zona biasa, dimana classmeeting tidak mempertandingkan cabang olah raga sebagaimana biasanya.
Usai menggelar babak penyisihan selama enam hari, pada Selasa (12/12), kegiatan dilanjutkan dengan Grand Final yang dibuka oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota, Rizki Eka Putra. Dalam sambutannya Rizki mengapresiasi kreatifitas OSIM MTsN 1 Limapuluh Kota.
“Classmeeting yang digelar OSIM MTsN 1 Limapuluh Kota ini sangat patut diapresiasi. Jika biasanya classsmeeting dihiasi dengan pertandingan olah raga, namun kali ini lebih mengedepankan dan mengasah potensi siswa dalam bidang seni. Selamat dan sukses atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ungkap Rizki.
Rizki menambahkan bahwa kegiatan classmeeting ini merupakan Tindak Lanjut AKMI, dimana MTsN 1 Limapuluh Kota merupakan madrasah Pilot Project AKMI 2023 dengan hasil yang cukup membanggakan, diatas rata-rata provinsi bahkan nasional. Rizki juga menyebut kegiatan ini sejalan dengan kegiatan P5PPRA kurikulum merdeka. Madrasah dituntut selalu aktif berinovasi sesuai dengan tagline “Madrasah Mandiri berprestasi”.
Plt. Kepala MTsN 1 Limapuluh Kota, Hj. Teti Asmarni, dalam laporannya mengatakan, bahwa classmeeting yang diangkatkan OSIM dalam rangka mengikuti trend kekinian dikalangan siswa, namun tetap dalam koridor edukasi. Kegiatan classmeeting tetap menjadi wadah berekspresi bagi siswa secara postif.
“Kita mengizinkan OSIM mengangkatkan kegiatan ini selama masih dalam koridor edukasi. Dan Alhamdulillah kegiatan ini sangat bagus sebagai ajang mengasah kompetensi dan kreatifitas siswa dalam bidang seni. Ini kegiatan yang keluar dari zona biasa, dan kita menyupport kegiatan ini,” ungkap Teti.
Teti menambahkan, semua warga madrasah terlibat aktif dalam kegiatan ini, menjadi panitia, menjadi peserta lomba, menjadi juri, dan ada yang menjadi suporter sekaligus penonton. Pada babak penyisihan, ada sebanyak 23 grup dan peserta lomba, dari penampilan tari, duet/solo song, drama, dan sebagainya. Dari 23 grup yang ikut, 11 grup diantaranya masuk Grand Final.(Nina)
Berita Terkait :



Facebook Comments