Solok, SuhaNews | Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa sosialisasi collaborative governance, Dosen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas, mendorong terwujudnya pelayanan prima di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Hal ini diungkapkan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat IX Koto Sungai Lasi, Kamis (15/10) lalu yang bertujuan memperkuat pemahaman aparatur kecamatan dan pemerintah nagari tentang pentingnya kerja sama lintas pihak dalam melayani masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang diketuai Dr. Edi Hasyimi, M.Si, dengan anggota Dr. Rozidateno P. Hanida, M.PA dan Dr. Desna Aromatica, M.AP, serta melibatkan mahasiswa. Peserta kegiatan terdiri atas aparatur Kecamatan IX Koto Sungai Lasi dan unsur pemerintah nagari di wilayah tersebut.
Camat IX Koto Sungai Lasi, Ruskal Martha, S.Pi dalam sambutannya menyampaikan, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi merupakan satu dari 14 kecamatan di Kabupaten Solok dan membawahi sembilan nagari, yaitu Guguak Sarai, Sungai Jambua, Koto Laweh, Pianggu, Taruang-taruang, Sungai Durian, Bukik Bais, Si Aro-Aro, dan Indudur. Sebagian besar nagari tersebut berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan dan jaringan komunikasi yang masih terbatas, serta persebaran penduduk yang belum merata.
“Kondisi ini membuat pembangunan dan pelayanan publik tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan,” ujar Ruskal.
Kecamatan juga memegang peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat, termasuk dalam pembinaan penyelenggaraan pemerintahan nagari. Karena itu, pemahaman tentang collaborative governance dinilai penting agar pelayanan publik tidak berhenti pada koordinasi administratif, tetapi benar-benar melibatkan seluruh aktor secara aktif.
Baca juga :Â 10 Juta Bendera, Puluhan Kendaraan Dihentikan di Depan Kantor Camat IX Koto Sungai Lasi
Sementera itu, Ketua Tim Dosen FISIP Unand, Dr. Edi Hasyimi, M.Si mengatakan, melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap pengetahuan peserta tentang collaborative governance meningkat dan mendorong perubahan pola kerja dari pendekatan sektoral menuju pendekatan yang lebih sinergis, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi oleh Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas.

Selain paparan materi kegiatan ini juga diiisi dengan diskusi, dan tanya jawab. Materi mencakup konsep dan prinsip collaborative governance, pemetaan aktor beserta perannya dalam penyelenggaraan pelayanan, penguatan komunikasi dan koordinasi antar aktor, serta keterkaitan collaborative governance dengan pelayanan prima. Peserta juga diperkenalkan pada enam indikator keberhasilan, yaitu kecepatan, kemudahan, kepastian, keterbukaan, responsivitas, dan kepuasan masyarakat. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa pelayanan prima tidak ditentukan oleh seberapa hebat pemerintah bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan pemerintah mengajak semua pihak bekerja bersama menyelesaikan persoalan masyarakat. DN sosial sosial sosial sosial
Berita Terkait :Â





Facebook Comments