Tim Pendataan KJA Danau Maninjau Dilepas Bupati Andri Warman

pendataan
Tanjung Raya, SuhaNews – Bupati Agam, Dr Andri Warman didampingi Wakil Bupati Agam Iwan Fikri,SH, Sekda Agam Martias Wanto, Forkopimda, kepala OPD, Camat Tanjung Raya, dan lainnya melepas tim pendataan Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, di Objek Wisata Linggai Park, Selasa (1/6).

“Kegiatan pemutakhiran data KJA di Danau Maninjau adalah wujud nyata kepedulian dalam upaya penyelamatan Danau Maninjau,” ujar Plt Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Edi Natrial.

Diharapkan anak cucu kita, jelas Edi Natrial, dapat menikmati keindahan Danau Maninjau, serta mendorong pembangunan ekonomi produktif yang berkelanjutan, khususnya usaha yang ada di selingkar Danau Maninjau.

Baca juga: Menko Marves, 237 Miliar Untuk Penyedotan Endapan Sedimen Danau Maninjau

“Pemutakhiran KJA ini diharapkan dapat memulihkan kondisi danau dan terwujudnya Danau Maninjau yang indah dan lestari,” tambah  Edi Natrial.

Tim yang tergabung dalam pendataan KJA tersebut, jelas Edi Natrial, melibatkan unsur terkait. Mulai dari Satpol PP Damkar Agam, Dinar Perhubungan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Dinas Lingkungan Hidup, Polri, TNI dan lainnya.

“Semoga pendataan KJA ini dapat berjalan dengan baik, dan menghasilkan data yang akurat,” harapnya.

Bupati Agam, Dr Andri Warman mengucapkan terimakasih kepada seluruh OPD yang bersedia dan bersama-sama melakukan pendataan KJA di Danau Maninjau.

“Selama ini kita belum mendapatkan data yang benar-benar akurat tentang jumlah KJA yang ada di Danau Maninjau,” ujarnya.

“Sesuai dengan program dari pemerintah pusat terkait penanggulangan Danau Maninjau ini, ditargetkan pada Agustus tahun 2022, pendataan dan pembenahan karamba harus sudah selesai,” tambah Andri Warman.

Diharapkan kepada masyarakat, khususnya kepada para pemilik karamba, agar dapat mendukung program tersebut.

BACA JUGA  Operasi Singgalang, Polisi Berikan Masker pada Pengendara
pendataan
serius

“Kita bukan membongkar atau memusnahkan karamba, hanya mendata dan melakukan pembenahan sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Andri Warman.

“Kita juga akan membuat pembagian zonasinya, sehingga potensi yang ada di Danau Maninjau bisa secara maksimal dimanfaatkan,” ujarnya.

Jika KJA di Danau Maninjau sudah tertata dengan baik, maka dampaknya akan sangat besar dirasakan oleh masyarakat di sekitar Danau Maninjau, khususnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat. (*/We)

Baca juga: Danau Maninjau Dibahas Deputi Parekraf Kemenko Marves RI Bersama Pemkab Agam

Facebook Comments

loading...