Solok, SuhaNews – BNN Kabupaten Solok menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba di tengah masyarakat di hadapan awak media se-Kabupaten dan Kota Solok, Kamis (18/11) di D’Relazion Resto & Cafe kota Solok.
Acara ini dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Solok, AKBP Saifuddin Anshori, S.I.K, Kasi P2M, David HS Sihotang, A.KS dan personil BNN Kabupaten Solok serta Tim narasumber dari Rehabilitasi Sosial Nurani Insani Kayuaro dan puluhan awak media.
Baca juga: Kembali Polres Solok Tangkap Pelaku Narkoba di Wilayah Kubung
“Indonesia termasuk daerah Darurat Narkoba, dan tidak ada daerah di Indonesia yang bebas narkoba,” ujar Kepala BNN Kabupaten Solok AKBP Saifuddin Anshori.
Narkoba, jelas AKBP Saifuddin Anshori, harus diberantas sejak dini dan itu butuh kerjasama dari semua pihak, termasuk dari rekan-rekan media. Mustahil pemberantasan ini bisa di lakukan oleh satu instansi atau pemerintah saja.
Di Kabupaten Solok, tambah AKBP Saifuddin Anshori, BNNK Solok telah membentuk ‘Nagari Bersinar’ yang melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama.
“Masyarakat dan media jangan takut untuk melaporkan kepada aparat kepolisian dan BNNK Solok, jika mendapatkan informasi atau melihat ada kegiatan penyalahgunaan narkoba di lingkungan,” ujar AKBP Saifuddin Anshori.
Program “Sonar” yang dilaunching merupakan salah satu visi BNN Kabupaten Solok, untuk mendukung visi dari Pemerintah Kabupaten Solok mambangkik batang tarandam, menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat.
“Tugas BNNK adalah melakukan upaya pencegahan dan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Saifuddin Anshori.
Saat ini, jelas Saifuddin Anshori, belum ada kota/kabupaten yang melaunching program bersinar, kecuali Kabupaten Solok.
“Progam Sonar ini bukan hanya di Sumatera Barat, melainkan pilot projectnya Indonesia,” tambah Saifuddin Anshori. (Wewe)
Baca juga: Polisi Bekuk Lelaki Beranjak Gaek di Subarang Koto Baru Karena Narkoba



Facebook Comments