Viral Layanan Lamban, Direktur RSUD Sungai Dareh Berikan Klarifikasi

SuhaNews – Setelah viral lambannya pelayanan dan penanganan pasien gawat darurat oleh RSUD Sungai Dareh yang menyebabkan mahasiswa Undhari meninggal dunia setelah kecelakaan, manajemen rumah sakit tersebut menggelar jumpa pers, Selasa (6/5).

Dalam pertemuan tersebut, Direktur RSUD Sartinovita, S.Si, Apt, MKM, menjelaskan kronologi kejadian sejak kedatangan kedua pasien yang sama-sama mahasiswa tersebut ke rumah sakit, hingga salah satunya meninggal dunia.

Dua pasien tersebut berinisial A (19) dan P (18). Meski sama-sama korban kecelakaan, kedatangan mereka ke rumah sakit berbeda waktu dan kondisi. Tn. A tiba di IGD sekitar pukul 04.46 WIB diantar keluarga dalam keadaan sadar, sementara Tn. P dirujuk dari Puskesmas Sitiung 1 dengan kondisi kritis (GCS 10).

Penanganan Pasien yang Selamat

Tn. A mengalami luka robek di alis mata, lecet di dada, dan lutut. Tim medis langsung memberikan infus, obat-obatan, serta pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Pasien kemudian dikonsultasikan ke dokter bedah dan dioperasi pukul 14.00 WIB. Prosedur berjalan lancar, dan pasien kini dalam pemulihan di ruang perawatan.

Kronologi Pasien yang Meninggal

Tn. P tiba di IGD dalam kondisi tidak stabil. Tim medis berupaya melakukan pemeriksaan radiologi, namun pasien terlalu gelisah sehingga tindakan tidak memungkinkan. Setelah konsultasi dengan dokter ortopedi, RSUD berusaha merujuknya ke RS lanjutan seperti RSUP M. Jamil Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, dan Bungo Jambi. Namun, rujukan ditolak karena keterbatasan tenaga dan fasilitas.

Setelah melalui koordinasi, RSUP M. Jamil Padang akhirnya menerima rujukan pukul 12.47 WIB. Sayangnya, tiga menit kemudian, Tn. P meninggal dunia akibat memburuknya kondisi.

Tidak Ada Penelantaran Pasien

Direktur Sartinovita menegaskan bahwa RSUD Sungai Dareh telah melakukan prosedur medis sesuai standar. “Kami menunggu konfirmasi RS rujukan karena pasien membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Solok Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2021-2026

Menanggapi kejadian ini, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani telah memerintahkan audit internal terkait layanan RSUD untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan. (Rel)

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News