Solok, SuhaNews – Menghadiri peresmian Masjid Durul Falah Dama Bungkuak Taba Jorong Padang Belimbing Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak, Minggu Sore,(03/03) oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Audy Joinaldi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok yang ikut memberikan sambutan menyampaikan harapannya pada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli menyampaikan apresiasi pada masyarakat nagari Koto Sani yang membangun masjid untuk kebutuhan ibadah masyarakat.
“Secara kwantitas, dengan diresmikannya Masjid Nurul Dalah Dama Bungkuak Taba ini maka jumlah rumah ibadah umat Islam semakin bertambah. Pada saat ini, jumlah masjid di Kecamatan X Koto Singkarak sudah berjumlah 29 Masjid dan Kabupaten Solok 357. Dengan demikian jumlah masjid di Kabupaten Solok bertambah menjadi 358 Masjid. Dengan bertambahnya masjid ini maka kita harapkan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat,”ujar H. Zulkifli. wagub wagub wagub
Selanjutnya Kakankemenag juga menyampaikan salah satu program yang kita kembangkan saat ini adalah program Masjid ramah anak. Oleh sebab itu mari kita buat program dan kegiatan yg membuat anak- anak tertarik datang ke masjid. Kita siapkan sarana yg membuat anak- anak kita suka dan nyaman datang ke masjid, sehingga memotivasi anak kita untuk lebih dekat dengan jiwa Keislaman sejak dini dan untuk menghindari mereka dari pengaruh negatif lingkungan.
“Semoga masjid yang dibangun mendorong semangat bagi warga untuk meningkatkan amal ibadah dan berupaya agar memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah,” Ucap Kakankemenag.
Kepada pengurus masjid, Kakankemenag Solok menyarankan untuk memedomani keputusan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI dalam manajemen masjid. Yaitu memperhatikan pembinaan bidang Idarah, bidang Imarah, dan pembinaan bidang riayah.
“Setidaknya, terdapat 3 bidang pembinaan yang harus dilaksanakan. Bidang Idarah atau manajemen masjid, Bidang Imarah yaitu memakmurkan masjid dan bidang Riayah atau pemeliharaan masjid,” terang Kakankemenag.
Pembinaan bidang Idarah, lanjut Kakankemenag, sangat diperlukan, karena begitu luasnya cakupan fungsi masjid. Sehingga dalam pengelolaan masjid harus dilakukan dengan manajemen modern dan professional.
H. Zulkifli menegaskan, perlunya manajemen masjid yang professional agar dapat meningkatkan kualitas pengorganisasian kepengurusan masjid dan pengadministrasian yang rapi serta transparan dalam pengelolaan keuangan. Sehinggga manfaatnya bisa dirasakan oleh jamaah.
Kemudian Kakankemenag mengingatkan tentang pembinaan bidang Imarah, memakmurkan masjid. Karena hal itu sesuai firman Allah surat At Taubat ayat 18; “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Sedangkan pembinaan bidang riayah yaitu pemeliharaan masjid. Kakankemenag berharap agar masjid akan menjadi bersih, indah dan tampak kemuliaanya.
“Sehingga dapat memberikan daya tarik bagi Umat Islam. Dan membuat rasa nyaman, aman dan tentram bagi jamaah,”ucap H. Zulkifli.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat, Audy Joinaldy dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kerja sama panitia dalam membangun masjid yang megah ini.
“Selain membangun fisik kita juga harus membangun aspek kerohaniannya, terutama mengerakkan jamaah untuk sholat berjamaah, Jadi, Kita siapkan bilal dan imam yg suaranya bagus agar menjadi daya tarik ummat datang berjemaah ke masjid. Mari kita jaga dan rawat masjid ini dengan baik,” ucap Wagub.
Acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Prasasti Oleh Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan ditutup dengan makan bersama.
Hadir pada acara tersebut Kepada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani, S.Sos, MM, Camat X Koto Singakarak, Kepala KUA X Koto Singkarak, Babinsa 0903 Kodim Solok, Rico Putra, Wali Nagari Koto Sani, Kepala Jorong se Nagari Koto Sani dan Tokoh Agama serta masyarakat setempat.
Acara diawali dengan sambutan Ketua panitia pembangunan Masjid Durul Falah Dama Bungkuak Taba, Edi Suherman yang menyebutkan bahwa Masjid ini telah dibangun sejak tahun 1969 dan terus dilakukan renovasi dan untuk tahun ini menghabiskan biaya sebesar delapan ratus juta yang didanai dari donatur dan sumbangan masyarakat. Hendri | Fendi
Berita Terkait :



Facebook Comments