Wali Kota Solok Buka Pelatihan Coaching dan Mentoring bagi Administrator

kota
Solok, SuhaNews – Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar membuka kegiatan pelatihan coaching dan mentoring bagi administrator di lingkungan Pemerintah Kota Solok Tahun 2022, Selasa (1/3). di Grand Rocky Hotel, Kota Bukittinggi.

Pembukaan Coaching dan Mentoring ini dihadiri oleh Kepala BKPSDM Kota Solok, Bitel serta narasumber Dr. Tuti Rahmi, S.Psi. M.Psi, dosen psikologi dari Universitas Negeri Padang.

Baca juga:  LPMP Sumbar Gelar Coaching Clinic Sekolah Penggerak di Payakumbuh

Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar mengatakan bahwa  berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 10 Tahun 2018, pengembangan kompetensi merupakan upaya untuk pemenuhan kebutuhan kompetensi PNS dengan standar kompetensi jabatan dan rencana pengembangan karier.

“Ada tiga jenis kompetensi yang perlu dimiliki administrator,” ujar Zul Elfian Umar.

Pertama, kompetensi teknis yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.

Kedua, kompetensi manajerial yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi.

Ketiga, kompetensi sosial kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi, dan jabatan.

“Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan atau pelatihan,” tambah Zul Elfian Umar.

Pendidikan berupa pemberian tugas belajar pada pendidikan formal dalam jenjang pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelatihan dapat berupa pelatihan klasikal yang menekankan pada proses pembelajaran tatap muka di dalam kelas seperti yang kita lakukan hari ini, dan non klasikal yang menekankan pada proses pembelajaran praktik kerja dan/atau pembelajaran di luar kelas seperti coaching, mentoring, e-learning, outbond, pertukaran antara PNS dengan pegawai swasta/ badan usaha milik negara/ badan usaha milik daerah, magang atau bentuk pelatihan klasikal lainnya.

BACA JUGA  Tekan Penyebaran Covid-19, Kota Solok Bahas Pemberlakuan PPKM Mikro

“Pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, tidak bisa dibebankan pada organisasi semata namun ada tanggung jawab pegawai dan atasan langsung,” jelas Zul Elfian Umar.

Atasan langsung, jelas Walikota, berkontribusi besar dalam pengembangan pegawai yang menjadi bawahannya. Jadi, kebijakan pengembangan pegawai bukan semata-mata urusan Sekretariat atau Bagian Kepegawaian saja tetapi tanggung jawab semua pihak.

“Atasan memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengembangan kompetensi dan kapasitas bawahannya,” jelas Zul Elfian Umar.

Persentase tanggung jawab pengembangan pegawai yang terbesar, jelas Walikota, ada di tangan atasan langsung yang berkontribusi sebesar 60 persen. Sedangkan tanggung jawab organisasi dan individu masing-masing berkontribusi sebesar 20 persen.

kotaDengan adanya kewajiban pengembangan kompetensi pegawai minimal 20 jam pelajaran per tahun dan terbatasnya anggaran pengembangan, maka setiap pimpinan harus mengembangkan potensi bawahannya melalui berbagai cara.

“Tidak harus melalui pelatihan klasikal atau tatap muka di kelas, namun bisa melalui metode pengembangan kompetensi yang lain seperti belajar mandiri, bimbingan di tempat kerja, tanya jawab atasan bawahan, magang, serta bentuk pelatihan non klasikal lainnya,” sebut wako.

Kepala BKPSDM Bitel, SH, MM menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 orang, yang terdiri atas pejabat administrator (eselon 3) di lingkungan Pemerintah Kota Solok, yang dibagi dalam 2 tahap yakni 35 orang tanggal 1 Maret dan 35 orang 2 Maret. (Wewe)

Baca juga:  Wako H. Zul Elfian Umar Resmikan Mesjid Al Munawarah Nan Balimo

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakAntusiasnya Siswa MAN 2 Padang Panjang Sambut Program MADINA
Artikulli tjetërPramuka 0310 Kota Solok Bantu Korban Gempa Bumi