SuhaNews – Udara kota Madinah Selasa (1/7) pagi terasa sejuk, selesai solat dan berdoa sebagian jemaah bertadarus di dalam maupun dipelataran masjid. Ada juga yang mengikuti majelis ilmu dari berbagai kelompok hingga ziarah ke pamakaman Baqi
Berawal dari mengikuti solat jenazah usai solat Subuh di Masjid Nabawi yang menggerakan hati kami, beberapa jemaah haji dari Kabupaten Solok untuk mengikuti dan melihat penyelenggaraan jenazah di tanah suci ini. Setelah berkumpul di pintu 360, jemaah berangkat menuju Baqi.
Di Masjid Nabawi, seperti halnya di masjidil Haram Makkah, setiap selesai solat fardu selalu diselenggarakan solat jenazah dan bukan hanya satu jenazah tapi ada beberapa sekaligus dalam satu kali penyelenggaraan. Jenazah-jenazah tersebut adalah jemaah haji dari berbagai negara yang wafat saat berada di Madinah.
Selesai disalatkan, jenazah-jenazah tersebut dibawa petugas menuju pemakaman Baqi yang terletak tak jauh dari Masjid dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Sampai di area pemakaman Baqi ini, kami menemukan sebuah pemandangan yang cukup kontras dengan pemakaman di tanah air dan juga pemakaman yang dilihat di tivi. Tak ada nisan bagus apalagi tembok yang membentuk makam dengan berbagai ornamen yang memperlihatkan kemewahan yang tak jarang menjadi simbol keluarga mayit.
Di Baqi hanya ada gundukan pasir tak bertepi yang membentuknya sperti sebuah layaknya di Indonesia pada umumnya. Hanya sebuah batu di salah satu ujungnya sebagai penanda ini adalah makam, tanpa ada keterangan tentang mayit yang bersemayam didalamnya.
Pemandangan menarik lainnya di Baqi adalah tak adanya wanita yang masuk area pemakaman apalagi mendekat ke lokasi penyelenggaraan jenazah. Wanita hanya melihat dari kejauhan sampai pagar / batas yang ditentukan.
Dalam sejarahnya pemakaman Baqi ini makam Islam pertama di zaman Rasulullah. Dulu di Madinah makam yang banyak itu makam Yahudi, tapi setelah zaman Rasulullah ada Makam Baqi. Di situ dimakamkan banyak tokoh Islam, keluarga Nabi, termasuk istri-istri beliau, kecuali Siti Khadijah.
Di komplek pemakaman ini juga turut bersemayam jenazah putra-putri Rasulullah seperti Sayid Ibrahim, Sayidah Ruqayyah, Abbas bin Abdul Muthalib paman Rasullullah, hingga Khalifah Usman bin Affan.
Makam Baqi itu pemakaman yang pertama dan Nabi setiap lewat pasti mampir, istilahnya ziarah. Maka jemaah haji disunahkan juga ziarah ke Makam Baqi sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi kita Muhammad SAW,
Nama Baqi sendiri berasal dari kata “al-Baqi” yang berarti taman pepohonan. Area pemakaman dulunya ditumbuhi pohon berduri bernama al-Gharqad, yang dalam bahasa lokal dikenal sebagai pohon berduri yang besar dan tangguh.

Makam Baqi atau Jannatul-Baqi’ menjadi salah satu dari dua pemakaman tersuci dalam tradisi Islam selain Jannatul Mu’alla di Mekkah. Tempat ini banyak diziarahi umat Muslim dari berbagai negara karena di dalamnya dimakamkan para sahabat dan keluarga Nabi, serta tabiin dan tabiuttabiin.
Makam Baqi menyampaikan pesan kesderhanaan diakhir hayat pada umat muslim, yang mana makam tidak perlu mewah dengan berbagai ornamen yang tidak akan dilihat dan bermanfaat bagi jenazah yang bersemayam didalamnya. Sulman|Fendi
- Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Kemenag Kabupaten Solok gelar Rakor
- Ziarah di Madinah, Jemaah Haji Solok Napak Tilas Perjuangan Rasulullah
- Sakralnya Raudhah, Air Mata Menitik Dalam Doa
- Berkunjung ke Raudhah, Jemaah Haji Kab. Solok Munajatkan Do’a
- Magrib di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Kabupaten Solok Nikmati Suasana Kota Nabi
- Bersiap Pulang ke Solok, Jemaah Haji Selesaikan Tawaf Wa’da
- Jelang Pulang ke Solok, Air Mata Tumpah di Depan Ka’bah saat Tawaf Wada’
- Gunakan Kursi Roda, 23 Jemaah Haji Lansia Kloter PDG 13 Selesaikan Tawaf Wa’da
- Sempat Terdampak Konflik Israel-Iran, Pemulangan Jemaah Haji Berjalan Lancar
- Dua Kloter Jemaah Haji Tertunda Terbang, Imbas Eskalasi Timur Tengah
- Barang Bawaan Jemaah Haji Tak Lebih dari 32 Kg
- Kunjungi Destinasi Ziarah di Madinah, Jemaah Haji Tidak Dipungut Biaya
- Jemaah Haji reguler Wafat di Tanah Suci, Ini Cara Klaim Asuransinya



Facebook Comments