Keutamaan Orang yang Berilmu
oleh : H. Hadi Sulman, Penyuluh Agama Islam Madya (PAIF) Kantor Kemenag Kabupaten Solok
Dalam Islam, orang-orang berilmu memiliki kedudukan tinggi dan dimuliakan apabila ilmu yang dimiliki diamalkan dan membawa manfaat bagi orang-orang disekitarnya.
Allah menjelaskan perbedaan antara orang yang berilmu pengetahuan dengan yang tidak berilmu. Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Az-Zumar ayat 9 yang artinya :
Katakanlah : adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi tiap orang muslim, sebagaimana Sabda Rasul, yang artinya :
Menuntut ilmu adalah kewajiban tiap orang muslim (HR. Ibnu Majah)
Dalam hadits lain Riwayat Bukhari, Nabi bersabda : Siapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu pengetahuan, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga
Orang yang berilmu akan mempunyai kedudukan mulia dalam masyarakat, disegani, dan dihormati. Allah SWT meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Firmn Allah dalam Al Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11 yang artinya :
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”
Diantara keutamaan orang yang berilmu adalah seperti diterangkan Nabi SAW dalam hadits, yang artinya :
Keutamaan orang yang berilmu terhadap orang yang beribadah. Seperti keutamaan (sinar) bulan terhadap bintang-bintang (HR. Ibnu Majah)
Ilmu pengetahuan adalah kunci memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, sebagaimana Hadits Nabi yang artinya :
“Siapa yang ingin kehidupan di dunia maka harus dengan ilmu. Siapa yang ingin kehidupan di akhirat maka harus dengan ilmu Dan siapa yang ingin kehidupan dunia dan akhirat maka harus dengan ilmu (Al-hadits)
Ilmu yang bermanfaat adalah bekal seseorang yang bisa dibawa mati. Nabi SAW bersabda yang artinya :
“Jika meninggal salah seorang diantaramu, terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali 3 perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang shaleh” (HR. Muslim)
Oleh karena itu mari memacu diri untuk terus belajar dan belajar, jadikanlah setiap orang yang kita temui sebagai guru dan jadikan pula setiap apa yang kita lihat di alam sebagai pelajaran bagi kita.
Ditengah kemajuan perkembangan zaman dan teknologi, ilmu itu juga berkembang, maka mau tak mau kita harus mengikuti agar tak ketinggalan namu tetap dengan memfilter manfaat dan dampak dari ilmu tersebut.
Baca juga :
- Ramadhan 1447 H, Keutamaan Akhlak yang Mulia
- Ramadhan 1447 H, Hukum Tadarus Setelah Tarwih
- Ramadhan 1447 H, Adab Membaca Al Qur’an
- Ramadhan 1447 H, Keutamaan Membaca Al Qur’an, dan Hukum Faedah Mempelajari Ilmu Tajwid
- Ramadhan 1447, Sedekah Tiap Ruas Tulang
- Ramadhan 1447 H, 3 Amal Yang Dicintai Allah
- Ramadhan 1447 H, Keutamaan Puasa Ramadhan
- Valentine, Balimau dan Ramadhan



Facebook Comments