Jelang Tarwih, Masjid Ihsan Kajai gelar Salat Khusuf Gerhana Bulan

Koto Baru, SuhaNews | Pelaksaan salat tarwih di Masjid Ihsan jorong Kajai nagari Koto Baru, Selasa (3/3) berbeda dengan biasanya. Pada tarwih ke 13 Ramadan 1447 H ini didahului dengan solat khusuf gerhana bulan.

Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan salat khusuf gerhana bulan ini, ustad Hasbi Assidiqi, S.Pd, yang dalam khutbahnya mengurai sejarah pelaksanaan solat khusuf pertama kali disyariatkan pada masa Rasulullah SAW, saat terjadi gerhana matahari total bertepatan dengan wafatnya putra beliau, Ibrahim.

Masyarakat Arab jahiliyah meyakini gerhana terjadi karena kematian Ibrahim, Nabi Muhammad SAW meluruskan mitos ini dengan bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang”.

Dalam khutbahnya, Hasbi juga menyampaikan beberapa hikmah dari gerhana bulan bagi umat muslim yakni, menyadarkan akan kebesaran Allah, banyaknya nikmat yang telah diberikan Allah, membuat umat bersyukur dan ikhlas atas ujian yang diberikan serta menghadirkan rasa takut dalam diri.

Diakhir khutbahnya, Hasbi menyampaikan Gerhana mengingatkan kita bahwa Allah
SWT bisa saja menghilangkan cahaya disiang hari serta menjadikan seluruh
kehidupan dunia ini dalam keadaan gelap gulita.

Pengurus Masjid Ihsan jorong Kajai, yang juga Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kemenag Kabupaten Solok, H. Hadi Sulman mengatakan, pelaksanaan solat khusuf ini diselenggarakan oleh pengurus menyikpai himbauan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, H. Zulkifli untuk melaksanakan Salat Khusuf Gerhana Bulan sebelum salat Tarwih.

“Alhamdulillah, jemaah menyambut baik himbauan yang disampaikan oleh Kakan Kemenag sebagai implementasi Layanan Keagamaan Kemenag Berdampak,” ujar H. Hadi Sulman. Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

BACA JUGA  PPLN Bebas Karantina, Bagaimana Sekolah ke Mancanegara?

Google News