Makkah, SuhaNews | Meski suhu di Padang Arafah mencapai 48 derajat celcius, ribuan jemaah haji khusuk mengikuti wukuf meski di dalam tenda. Termasuk jemaah Solok Raya yang tergabung dalam Kloter 9 PDG yang terpisah dalam dua tenda.
Di tenda Wanita, sebagai khatib adalah ustadz Zul Apendi, SHI, MH yang juga Pembimbing Ibadah Kloter 9 PDG dengan muazinnya H. Syamsul Bahri, SH, MM. Sedangkan di tenda Laki-laki sebagai khatib adalah Drs. H. Rifa’i, M.Pd.I, ketua rombongan 7 kloter 9 PDG. Keduanya menyampaikan khutbah yang menggugah hati jemaah untuk mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui dan seberapa banyak telah melakukan perbuatan yang diperintahkan Allah SWT.

Khutbah yang disampaikan menekankan tidak ada keutamaan seseorang atas dasar ras atau warna kulit, melainkan takwa, sesuai dengan pesan Rasulullah SAW, dengan tema Fokus pada Tri Sukses Haji: Jemaah sehat, ibadah sesuai syariat, dan meraih haji mabrur untuk kemaslahatan bangsa.
Dalam khutbahnya H. Rifai mengajak jemaah untuk memanfaatkan kesempatan hadir di Arafah ini untuk merenung, mengenang “siapa diri ini” dan mengingat kembali perjalanan yang telah dilalui selama menikmati nikmat Allah melalui usia yang telah dihabiskan.
“Sejauh apa kita melaksanakan perintahnya, sepatuh apa kita akan semua ajarannya yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan seberapa banyak dosa yang kita perbuat hingga menjadi catatan hitam perbuatan dosa, sudahkah kita memohon ampunan agar dijauhkan dari nerakaNya seraya memperbaiki ibadah dan meningkatkan keimanan,” ujar H. Rifa’i menggugah hati jemaah.
Dalam khutbahnya H. Rifa’i juga mengingatkan kehadiran di Padang Arafah ditengah cuaca panas ini adalah gambran kecil bagaimana manusia ini sama dihadapan Allah SWT. Tak ada perbedaan status sosial, status ekonomi, pangkat dan jabatan tidak disebutkan disini, yang ada hanyalah muslim dan hamba yang mengharap ridha dan memohon ampunannya.
“Hari Arafah adalah hari terbaik untuk berdoa, di mana Allah SWT membanggakan jemaah haji yang berkumpul di hadapan malaikat,” tukuk H. Rifa’i
Diakhir khutbahnya, putra Taluak Dalam Alahan Panjang yang pernah meraih prediket Kepala KUA Teladan tahun 2012 lalu mengajak jemaah untuk menjaga dan mengamalkan wasiat Rasulullah, dengan menjaga kehormatan, berbuat baik, melindungi kaum wanita, dan menjaga persatuan umat.
Usai khutbah, jemaah akan berdiam diri hingga matahari tergelincir. Kesempatan ini akan digunakan oleh jemaah untuk berdoa, berzikir dan membaca Al Qur’an.

Karena cuaca panas, jemaah hanya melakukannya didalam tenda. Untuk yang tendanya dekat dengan Jabal Rahmah ada yang menjadikan bukit bersejarah Nabi Adam AS dan Siti Hawa tersebut sebagai tempat wukuf. Khusus untuk jemaah Kloter 9 dan Indonesia umumnya dilarang untuk naik ke Jabal Rahmah karena cuaca yang cukup panas. Nova | Fendi
Berita Terkait :
- Suhu Arafah Capai 48 Derajat, Jemaah Diimbau Tidak ke Jabal Rahmah
- Lafazkan Talbiyah, Jemaah Haji Solok Raya Sampai di Arafah
- Jelang ke Arafah, Menikmati Senja di Makkah dan Matahari Terbenam di Balik Zamzam Tower
- Seluruh Jemaah Haji Solok Raya / Kloter 9 PDG Diwajibkan Bayar Denda atau Dam
- 4 Upaya Pembimbing Ibadah Kloter 9 PDG Persiapkan Jemaah Menuju Armuzna
- Jelang Armuzna, TKHI Intensifkan Pendampingan Kesehatan Jemaah Haji PDG 9
- Buya Gusrizal Kunjungi Jemaah Haji Kloter 9 PDG di Aziziyah
- Ini Tanggapan Buya Gusrizal Gazahar tentang Lokasi Penyembelihan Hewan Dam Jemaah Haji
- Lampu Hijau Zamzam Tower Menyala, Pertanda Masuknya 1 Dzulhijah
- Tempati Maktab 85, PPIH PDG 9 tinjau Fasilitas Armuzna
- Memandang Mina dan Zamzam Tower dari Lantai 16 Hidayah Tawer Aziziyah
- Ini Tanggapan Buya Gusrizal Gazahar tentang Lokasi Penyembelihan Hewan Dam Jemaah Haji
- Buya H. Rifa’i Berikan Kajian Ilmu di Hidayah Tawer Makkah



Facebook Comments