Arosuka, SuhaNews – Pemkab Solok gelar rembuk stunting dengan tema stratetgi konvergensi penanggulangan dan pencegahan stunting, Rabu (4/3) di Ruang Solok Nan Indah, Arosuka.
“Kegiatan yang digelar Pemkab melalui Barenlitbang ini diikuti oleh 150 orang peserta,” jelas Kepala Barenlitbang Erizal.
Adapun peserta terdiri atas wali nagari, camat, kepala SKPD dan jajaran, lembanga pemerintah dan non pemerintah, akademisi, pihak swasta, organisasi profesi dan perwakilan masyarakat.
TerlaksananyakKegiatan ini, tambah Erizal, berdasarkan pada surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor B.198/M.PPN/D.5/PP.01.01/04/2019 tanggal 5 april 2019 perihal penyampaian kab/kota lokasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi.
“Kab. Solok ditetapkan sebagai daerah prioritas penanganan stunting nasionai,” jelas Erizal
Digelarnya kegiatan ini, tambah Erizal, unutk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting.
Selain dihadiri para peserta sebanyak 150 orang, kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Solok H. Gusmal, Sekda H. Aswirman, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD, Camat dan Wali Nagari di lingkup Pemkab. Solok.
Sementara Bupati Solok, H. Gusmal mengatakan bahwa generasi penerus bangsa saat ini harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Anak bangsa yang terlahir sehat dan tumbuh dengan baik didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka akan menjadi generasi yang dapat menunjang kesuksesan pembangunan bangsa.
“Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh anak balita,” jelas Gusmal.
Anak, papar Gusmal. menjadi lebih pendek dari usianya. Hal ini disebabkan kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi masih dalam kandungan hingga usia 2 tahun,.
“Periode di 1000 hari pertama kelahiran seyogyanya mendapat perhatian khusus,” jelas Gusmal.
Penanganan permasalahan stunting, tambah Bupati Gusmal, dilakukan secara terintegrasi oleh Pemkab melalui pelaksanaan 5 pilar pencegahan stunting yang terdiri atas: 1) komitmen dan visi pemimpin, 2) kampanye yang berfokus pada pemahaman perubahan perilaku, komitmen publik dan akuntabilitas, 3) konvergensi, koordinasi dan konsilidasi program nasional, daerah dan masyarakat, 4) mendorong kebijakan nutritional food securitydan 5) pemantauan dan evaluasi.
“Calon pengantin dan ibu hamil hendaknya diberikan sosialisasi dan pengetahuan mengenai persiapan mental dan pemahaman mengenai berkeluarga dan pengasuhan anak yang baik,” tambah Gusmal. Wewe
Baca Juga :



Facebook Comments