Batusangkar, SuhaNews – Longsor menghantam Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (5/4/2020) subuh. Bencana alam ini menyebabkan empat rumah rusak berat, dua nyawa melayang dan jalan Solok-Padang Panjang via Malalo terputus.
Kedua korban tertimbun oleh material longsor atau banjir bandang ini. Sekitar pukul 13.30 berhasil dievakuasi. Keduanya ditemukan dalam posisi berdekatan. Keduanya ditemukan tertimbun material longsoran tidak jauh dari reruntuhan rumah mereka yang hancur dihantam galodo ini.
Bahkan sang anak Ijun (45) terlihat memangku sang ibu, Bainar (75). Kedua korban tinggal di Dusun Muaro Ambius Jorong Guguak, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Sedangkan istri Ijun bernama Yeni Puspa selamat dari musibah ini.
Bencana banjir bandang atau longsor menghantam Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (5/4/2020) sekitar pukul 5.30. Peristiwa ini mengingatkan kita pada bencana longsor yang terjadi pada Jumat (17/1/2020) lalu, yang terjadi sebelum Subuh di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh.
“Sekitar pukul 14.00, jalan Solok-Padang Panjang via Malalo ini sudah bisa dilalui,” ujar Kalaksa BPBD Tanah Datar, Thamrin.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar seperti BPBD, Dinas Sosial dan Dinas PU dan dinas terkait lainnya, sudah berada di lokasi sejak pagi. Di samping itu para relawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat ikut turun tangan mengevakuasi korban maupun material galodo ini.

Sementara Masnaidi, Ketua BPRN Guguak Malalo mengatakan bahwa air bercampur lumpur, batu dan kayu menghantam rumah warga, dan menutupi jalan raya, yang menghubungkan Solok-Padang Panjang ini.
“Selain memutus akses jalan Raya ini, akses jalan antarjorong pun terputus,” jelas Masnaidi.
Pj Wali Nagari Guguak Malalo, Jasmanidar mengatakan, lokasi banjir bandang ini, tidak jauh dari terowongan PLTA Danau Singkarak. Pemkab Tanah Datar, Kecamatan dan kepolisian, dan relawan berjibaku mengangkat material galodo ini.
Duka Malalo ini hanya berjarak sekitar dua bulan dari musibah sebelumnya. Sekalipun korban sudah berhasil dievakuasi, arus lalu lintas di jalan provinsi yang menghubungkan Solok dengan Padang Panjang via Malalo itu ini sudah bisa dilalui, tetapi duka itu masih dirasakan masyarakat. Apalagi ini musibah kedua pada 2020 ini yang melanda Malalo.
Reporter: Dajim Editor: Wewe
Baca Juga:



Facebook Comments