Agam Berduka, Camat Palembayan Wafat di Tengah Pemulihan Pasca Bencana

Palembayan, SuhaNewsa – Kabupaten Agam berduka. Camat Palembayan, Sabirun berpulang ke rahmatullah, Selasa (3/2), saat wilayah yang dipimpinnya tengah berjuang bangkit dari kondisi sulit pasca bencana.

Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam. Duka dirasakan bukan hanya oleh keluarga, Pemerintah Kabupaten Agam, jajaran Kecamatan Palembayan serta masyarakat ikut merasakan duka.

Baca juga: Kemenag Kab. Solok Berduka, Kepala MTsN 1 Wafat

“Sabirun merupakan figur sentral dalam penanganan bencana di Palembayan. Sejak awal bencana hingga proses pendirian permukiman bagi warga terdampak, almarhum selalu berada di garis terdepan,” ujar Bupati Agam, Benni Warlis, Rabu (4/2), saat melepas jenazah almarhum dari Masjid Jamik Jorong Pasa, Nagari IV Koto Palembayan ke pemakaman.

Prosesi pelepasan ini juga dihadiri Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, anggota DPRD Agam, Yopi Eka Anroni, Sekdakab Agam, Mhd Lutfi serta unsur lainnya.

“Beliau adalah ujung tombak di Palembayan. Dari awal bencana hingga pendirian permukiman warga terdampak, begitu berat tugas yang beliau kerjakan. Kita semua menjadi saksi atas kerja keras dan pengabdiannya,” ujar Benni.

Sejak Palembayan dilanda bencana dua bulan lalu, Sabirun hidup dan berjuang bersama masyarakat. Dalam keterbatasan logistik dan akses, almarhum tetap menjalankan tugas tanpa mengenal lelah.

“Beliau kekurangan makan, sempat terisolir, bahkan berjalan kaki untuk menjumpai dan menenangkan warga terdampak bencana. Semua dilakukan demi memastikan masyarakatnya tetap kuat dan merasa dilindungi,” ungkapnya.

Dedikasi almarhum tak surut meski kondisi kesehatannya menurun. Bahkan dalam keadaan sakit, Sabirun tetap mengutamakan keselamatan warganya dibanding dirinya sendiri.

“Dalam kondisi sakit pun beliau tetap memikirkan warga. Beliau tidak mau dirawat karena tidak ingin warganya cemas. Beliau merasa bertanggung jawab penuh atas keselamatan masyarakat Palembayan,” kata Benni dengan nada haru.

BACA JUGA  Sanggar Seni MAN 2 Solok Meriahkan Sertijab Camat X Koto Singkarak

Bupati Agam menilai pengorbanan Sabirun selama dua bulan terakhir merupakan bentuk pengabdian luar biasa yang dilandasi keikhlasan.

“Seolah-olah Allah SWT berkata, ‘selesaikan tugas ini, baru engkau Aku jemput’. Saat kondisi pascabencana mulai memasuki masa pemulihan, beliau dipanggil Allah SWT di usia 57 tahun,” tuturnya.

Almarhum meninggalkan empat orang anak, yang telah dididik dengan baik dan menjadi investasi amal jariah bagi almarhum.

“Anak-anak beliau adalah investasi yang akan terus mendoakan orang tuanya,” ujarnya.

Bupati Agam mengajak seluruh pihak, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk memaafkan almarhum apabila selama menjalankan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan, agar almarhum dapat pergi dengan tenang. (AMC)

Baca juga: Kunjungi Keluarga Korban Kecelakaan Armada Damkar, Bupati Solok Sampaikan Duka

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News